Indahnya Wall Dekor dari Tongkol Jagung Karya Mahasiswa UNY

by -811 Views
Limbah tongkol jagung, di tangan mahasiswa UNY yang kreatif ini disulap menjadi wall dekor yang menarik. (Foto: Istimewa/ EDUKATOR)

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Jika selama ini tongkol jagung hanya dibuang sia-sia, ditangan sejumlah mahasiswa UNY yang kreatif limbah tongkol jagung dapat diubah menjadi wall dekor yang indah.

Mereka adalah Ade Kurniawan, Audy Rizky Utami. Finandy Arkan Ramadhan, Putri Tria Permata dan Fadlilatul Nur Aini Wardayani.

Menurut Ketua Kelompok Ade Kurniawan, pihaknya membuat karya ini berdasar keprihatinan akan limbah tongkol jagung yang belum banyak dimanfaatkan.

“Oleh karena itu CIP Janggel direalisasikan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah tongkol jagung supaya lebih optimal dengan penerapan teknologi” kata Ade baru-baru ini.

Ditambahkan Ade, Produk kerajinan yang dihasilkan dari limbah tongkol jagung ini dinamai Smart Eco Wall Décor. Produk kerajinan hiasan dinding ini memanfaatkan adanya penggunaan teknologi berupa inovasi lampu dengan berbagai pilihan warna dan intensitas cahaya yang dapat diatur menggunakan remote control. Produk kerajinan hiasan dinding ini juga dimanfaatkan penggunaan aroma terapi yang memiliki fungsi relaksasi.

Smart Eco Wall Décor ini menampung limbah tongkol jagung yang jarang dimanfaatkan dan lebih banyak dibakar sehingga menimbulkan polusi. Padahal tongkol jagung dapat memberikan keuntungan jika diolah dengan bijak, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi.

Sedangkan alat yang digunakan adalah mesin pengamplas, mesin pemotong, lem tembak, gunting, kompresor, penggaris, kuas, pensil 2B, kompor, baskom, dan plastik. Adapun bahan yang dibutuhkan adalah limbah tongkol jagung, karung goni, pewarna rotan, isi lem tembak, triplek 5 ml, serta amplas grit ukuran 60, 120 dan 220.

Mengenai proses pembuatan Smart Eco Wall Decor , Finandy Arkan Ramadhan menjelaskan, terdiri dari tiga langkah, yaitu tahap persiapan, pembuatan produk dan penyelesaian.

“Tahap persiapan meliputi penyiapan alat dan bahan terutama tongkol jagung yang diambil dari Kulon Progo, Sleman, dan Gunung Kidul

Untuk pembuatan produk terdiri dari pengamplasan tongkol jagung dan memotongnya dengan ukuran 1 cm. Kemudian masukkan kedalam baskom Bersama warna yang diinginkan dan merebusnya selama 4 jam. Selanjutnya tongkol jagung tersebut dikeringkan dalam solar dryer dome selama satu hari dan didesain pada triplek. Langkah terakhir adalah pemasangan lampu LED dan aromaterapi.

Tahap penyelesaian terdiri dari pengujian produk berupa uji ketahanan baik dari jamur maupun rengat dan terbukti bisa bertahan hingga 5 tahun. Pada tahap ini juga dilakukan uji kelayakan ekspor dengan memasukkan kerajinan dalam tong besi yang ditutup rapat selama 30 hari ibaratkan pengiriman menggunakan container.

“Produk Smart Eco Wall Décor dikemas menggunakan kardus khusus untuk menjaga keamanan pengiriman” ujar Arkan. (Sulistyawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.