*Termuda 19 Tahun, Tertua 86 Tahun
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti saat memberikan pembekalan kepada calon jemaah haji di GOR Satria Purwokerto, Senin (9/2/2026).(Foto: Proompin Setda Banyumas/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR — Sebanyak 1.337 jemaah calon haji asal Kabupaten Banyumas mengikuti Bimbingan Manasik Haji Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Kegiatan yang menjadi tahapan penting untuk menyiapkan kesiapan fisik, mental, serta pemahaman ibadah itu resmi dibuka Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti di GOR Satria Purwokerto, Senin (9/2/2026).
Jumlah jemaah yang besar dengan rentang usia sangat beragam, dari 18 tahun hingga 86 tahun, menghadirkan tantangan tersendiri dalam pendampingan. Karena itu, materi manasik dirancang agar mudah dipahami sekaligus dapat dipraktikkan seluruh peserta.
Bekal Ilmu dan Sikap Selama di Tanah Suci
Di hadapan para calon haji, Wabup Lintarti menegaskan bahwa ibadah haji bukan semata soal kemampuan biaya, melainkan membutuhkan pengetahuan, kesiapan diri, dan kedisiplinan.
“Manasik haji bukan sekadar pembekalan teknis, tetapi juga membentuk sikap ikhlas, sabar, mandiri, dan kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Ia mengingatkan, rangkaian ibadah haji berlangsung panjang dan memerlukan persiapan matang, pemahaman tata cara, rukun, wajib, hingga sunah haji.
“Kegiatan bimbingan manasik haji ini menjadi sangat penting dan strategis, karena tidak hanya memberikan pemahaman teknis pelaksanaan ibadah, namun juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, kebersamaan, disiplin, serta kemandirian,” ucapnya.
Lintarti turut mengapresiasi sinergi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas bersama seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan secara aman dan tertib.
Usia Beragam, Pendampingan Jadi Perhatian
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas Afifuddin Idrus menyampaikan, komposisi usia jemaah tahun ini cukup lebar.
“Total jemaah yang berangkat sebanyak 1.337 orang, dengan usia termuda 18 tahun dan usia tertua mencapai 86 tahun,” jelasnya.
Menurutnya, perbedaan usia itu menjadi tantangan, terutama dalam memberikan pendampingan bagi jemaah lanjut usia. Karena itu, penyampaian materi manasik dibuat sederhana dan aplikatif.
“Materi kami susun agar mudah dipahami dan bisa dipraktikkan oleh seluruh jemaah. Semoga kegiatan ini dapat mempermudah proses ibadah njenengan semua,” katanya.
Harapan Pulang Menjadi Haji Mabrur
Melalui kegiatan manasik ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap seluruh calon haji mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, tertib, sesuai tuntunan syariat, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (Prasetiyo)