
Almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan (18). (Foto: Istimewa/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Perjalanan panjang pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki muda asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, berakhir dengan duka mendalam. Setelah 17 hari berjuang melawan medan ekstrem, pelajar Kelas 12 IPS SMAN 5 Kota Magelang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area Watu Langgar, lereng selatan Gunung Slamet, Rabu (14/1/2026) pukul 10.49 WIB.
Jasad almarhum ditemukan di titik antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. Lokasi ini cukup jauh dari titik awal pendakiannya di Basecamp Dipajaya yang terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengonfirmasi penemuan tersebut langsung dari lokasi kejadian. “Syafik Razan Ali ditemukan di Gunung Malang area Watu Langgar Hari ke-17. Sudah meninggal dunia,” ujar Agus dengan nada berat.
Tragedi ini bermula ketika Syafiq mendaki bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025) melalui jalur Dipajaya, Pulosari. Rencana pendakian cepat tanpa menginap (tektok) pada libur sekolah itu berubah menjadi petaka saat Himawan mengalami cedera kaki.
Syafiq memutuskan turun sendirian untuk mencari pertolongan, namun ia justru menghilang, sementara Himawan berhasil ditemukan tim relawan dalam kondisi lemas di Pos 9 pada Selasa (30/12/2025).
Tim Gabungan Berskala Besar
Operasi kemanusiaan ini melibatkan tim gabungan berskala besar, termasuk Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Unsoed menerjunkan personel dalam dua tahap operasi mandiri.
Tim Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang ikut terlibat dalam pencarian Syafik Razan.(Foto: Dok Tim UPL MPA Unsoed/EDUKATOR)
Pada tahap pertama (6–8 Januari/2026), lima relawan dikerahkan, yakni Dimas Wishal Al-Ghifari, Habib Manarul Huda, Indra Kurnia Wicaksono, Ali Sabab Izzul Abi, dan Zebi Femi Ibrahim Aryanto.
Operasi berlanjut pada tahap kedua sejak 10 Januari 2026, dengan mengirimkan Abdul Kholik Djaelan dan Agus Ariyanto untuk bergabung dengan tim dari Wanadri, APGI, OPA Mayapada Purwokerto, Wikupala, Mapala Kanpas, Mapala Batik, hingga Komunitas RAPI.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, menyampaikan duka cita sekaligus apresiasi bagi tim yang bertugas. “Keterlibatan mahasiswa UPL MPA Unsoed dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membantu persoalan di masyarakat. Ini adalah wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya,” tegasnya.
Tim UPL MPA Unsoed bersama dengan Tim SAR, TNI, dan Kepolisian.(Foto: Dok Tim UPL MPA Unsoed/EDUKATOR)
Kini, perjuangan 17 hari di belantara gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut telah usai. Meski raga Syafiq ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, kegigihan tim gabungan dari berbagai unsur relawan menjadi bukti nyata solidaritas kemanusiaan yang tak kenal lelah.
Berikut catatan tentang pendaki yang hilang dan meninggal di Gunung Slamet (3.428 meter di atas permukaan air laut/mdpl) sejak 1985 sampai sekarang. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggdi di Jawa-Tengah, dan nomer dua di Pulau Jawa, setelah Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl.
| No. | Tahun | Nama / Identitas | Asal / Kelompok | Kondisi Akhir / Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1985 | Alex Puji Winarto | Mahasiswa IKIP Semarang | Selamat ditemukan setelah ~13 hari hilang. |
| Iqbal Latif | Mahasiswa IKIP Semarang | Meninggal ditemukan di jurang. | ||
| Gagah Pribadi | Mahasiswa IKIP Semarang | Tidak ditemukan (hilang). | ||
| 2 | 2001 | Turniadi (Dodo) | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. |
| Masrukhi | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. | ||
| Dewi Priamsari | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. | ||
| Bagus Gentur Sukanegara | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. | ||
| Ismarilianti (Iis) | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. | ||
| Bregas Agung | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. | ||
| Ahmad Fauzan | Mahasiswa UGM (Mapagama) | Tewas akibat badai/hipotermia. | ||
| 3 | 2017 | Moh Charis Munandar (23) | Pendaki individu asal Tegal | Terpisah saat turun dari puncak; selamat ditemukan. |
| 4 | 2025 (Feb) | Marcel (16) | Pendaki asal Bekasi | Jatuh ke jurang, ditemukan oleh SAR (cedera fatal / meninggal). |
| 5 | 2024 (Okt) | Naomi Daviola Setyani | Siswi SMKN 3 Semarang | Dilaporkan hilang 3 hari, ditemukan selamat oleh SAR. |
| 6 | 2025/2026 | Himawan Choidar Bahran (19?) | Pendaki asal Magelang | Selamat ditemukan setelah terpisah dari rekan. |
| Syafiq Ridhan Ali Razan (18) | Pendaki asal Magelang | Ditemukan meninggal setelah hilang 17 hari. |
Data dihimpun dari berbagai sumber. (Prasetiyo)