
Pemberian bekal keterampilan anyaman bambu, sebagai salah satu upaya posisitf kepada warga Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga agar tidak terjerumus ke dalam narkoba.
PURBALINGGA, EDUKATOR – Sebanyak 2.564 pelajar dari 11 satuan pendidikan mendapatkan edukasi antinarkoba dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga selama 1–22 Oktober 2026. BNNK Purbalingga juga memperkuat pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkoba serta memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 37 klien.
Kepala BNNK Purbalingga, Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan pentingnya kolaborasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkoba. “Pencegahan harus dimulai sejak dini dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di halaman kantor BNNK Purbalingga dalam apel Kamis pagi (22/10/2026).
Upaya tersebut menjadi bagian dari optimalisasi program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi pada triwulan keempat Tahun Anggaran 2026.
Awan Pratama, M.I.Pol dari BNNK Purbalingga sedang memberikan edukasi tentang ancaman bahasa narkoba
Edukasi Menjangkau Pelajar dan Relawan
Melalui program Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak Bersih dari Narkoba, BNNK Purbalingga mengedukasi pelajar di lingkungan pendidikan Kabupaten Purbalingga dan wilayah zonasi Kabupaten Banjarnegara.
Program tersebut bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini agar anak-anak mampu mengenali bahaya narkoba dan membentengi diri dari penyalahgunaannya.
Selain menyasar pelajar, BNNK Purbalingga melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) membekali 50 relawan antinarkoba di Desa Kalimanah Wetan, salah satu desa binaan program Desa Bersinar. Pembekalan tersebut dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026).
Keterlibatan relawan diharapkan memperkuat upaya pencegahan di tingkat desa. Dengan demikian, edukasi bahaya narkoba tidak hanya bergantung pada kegiatan petugas, tetapi juga didukung masyarakat setempat.
Keterampilan Warga Jadi Benteng Narkoba
Upaya pemberdayaan juga dilakukan di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, yang menjadi salah satu kawasan rawan narkoba. BNNK Purbalingga menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) keterampilan hidup (life skill) pada 21–23 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dilatih memanfaatkan potensi sumber daya alam berupa bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Produk yang dikembangkan meliputi keranjang hantaran, lampu hias, dan gazebo.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan. Dengan kemampuan menghasilkan produk bernilai jual, masyarakat diharapkan memiliki kegiatan produktif dan ketahanan ekonomi yang lebih baik.
Pemberdayaan ekonomi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentengi masyarakat dari bujuk rayu sindikat narkoba. Keterampilan dan peluang penghasilan diharapkan memperkuat ketahanan warga terhadap risiko penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
57 Persen Klien Menggunakan Lebih dari Satu Zat
Pada aspek rehabilitasi, Klinik Pratama BNNK Purbalingga telah memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 37 klien, terdiri atas 31 laki-laki dan enam perempuan.
Data tersebut juga menunjukkan tantangan serius dalam penanganan penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 57 persen klien BNNK Purbalingga dikategorikan sebagai multiple user, yakni pengguna lebih dari satu jenis zat narkoba.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak karena penggunaan lebih dari satu zat dapat meningkatkan kompleksitas penanganan dan kebutuhan rehabilitasi.
Optimalisasi pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman narkoba secara menyeluruh. Edukasi kepada pelajar, penguatan peran relawan, peningkatan keterampilan warga, dan pendampingan bagi klien rehabilitasi perlu berjalan beriringan.
Melalui pendekatan tersebut, BNNK Purbalingga berupaya memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menekan risiko penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda dan warga di kawasan rawan narkoba. (Prasetiyo)