35 Warga GKJ Pengalusan Bantu Pengamanan Salat Id di 8 Masjid

by -60 Views

PURBALINGGAM EDUKATOR–Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1445 H di delapan masjid dan tempat Salat Id di kaki Gununng Slamet atau di sekitar Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet Purbalingga, Rabu (10/4/2024) pagi berjalan lancar, aman dan tertib. Ikut terlibat dalam pengamanan itu, 35 warga GKJ Pengalusan yang terdiri pemuda dan orang tua.

Mereka ikut membantu mengamankan masjid dan tempat salat Idul Fitri sejak jam 05.30 WIB, dengan cara membantu menyebarangkan jamaah yang akan menunaikan Salat Idul Fitri, menjaga tempat parkir, dan membersihkan tempat Salat Idul Fitri seusai digunakan.

Pendeta GKJ Pengalusan, Pdt Bagus Imam Cahyono mengemukakan, keterlibatan pemuda Kristen dalam pengamanan Salat Idul Fitri, bukan kali ini saja. Namun merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Pengamanan Salat Idul Fitri seperti ini sudah rutin kami lakukan. Selama ini, toleransi di sekitar sini, sudah berjalan baik. Kami saling menghargai dan saling menghormati,” ujar Pdt Bagus Imam Cahyono yang ikut terlibat langsung sebagai koordinator lapangan dalam pengamanan itu.

Adapun 8 Masjid dan tempat Salat Id yang dijaga oleh warga GKJ Pengalusan, terdiri Masjid Nurul Janah di Dukuh Liru, TPQ Nurul Munawaroh, Masjid Baiturahman Pengalusan, Masjid Baitul Muslimin di Dukuh Biting, Masjid Faiutul Huda di Dukuh Kecomberan, Masjid Al musholah di Desa Serang Karangreja, dan Masjid Al Iklas serta Masjid Miftahul Huda, keduanya juga di Desa Serang, Karangreja.

Bagus Imam Cahyono mengemukakan, keterlibatan warga GKJ Pengalusan dalam pengamaman Salat Idul Fitri ini sebagai bukti toleransi yang terjalin harmonis setiap tahun di kecamatan Mrebet dan Kecamatan Karangreja, dimana letak GKJ Pengalusan berada di desa Pengalusan. Warga gereja itu, kebanyakan berasal dari wilayah kaki Gunung Slamet, yakni perbatasan antara Kecamatan Mrebet dan Karangreja.

“Selama ini, telah terjalin hangat komunikasi lintas agama, saling menjaga setiap hari besar perayaan Kristen, Natal, Paskah, dan Pentakosta. Sebaliknya hari besar perayaan Idul Fitri dan idul adha, usai pengamanan kebiasaan kami dari warga jemaat melaksanakan silahturahmi, dilanjut makan bersma dengan jamaah masjid,” ujar Bagus Imam Cahyono. (Prasetiyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.