
Andalan Cabang Urusan Dokumentasi Kwarcab Banyumas, Parsito SH memberikan materi keterampilan jurnalistik kepada peserta KML golongan Siaga dan Penggalang Kwarcab Banyumas.
PURWOKERTO, EDUKATOR–Sebanyak 50 peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) golongan Siaga dan Penggalang yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Kendalisada Kwarcab Banyumas mendapat pembekalan keterampilan jurnalistik, Jumat (19/6/2026). Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kemampuan para pembina pramuka dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan kepramukaan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bumi Perkemahan Kendalisada, Kalibagor, itu merupakan bagian dari rangkaian KML yang digelar sejak 17 hingga 21 Juni 2026. Peserta berasal dari berbagai gugus depan di seluruh kwartir ranting se-Kwarcab Banyumas.
Peserta antusias mengikuti KML di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Kendalisada Kwarcab Banyumas
Bekal Publikasi dan Dokumentasi Kegiatan
Kepala Pusdiklatcab Kendalisada Kwarcab Banyumas, Yusup Supriyadi, SH, mengatakan materi jurnalistik menjadi bagian penting dalam Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan. Melalui pelatihan tersebut, para pembina dibekali kemampuan reportase dan penulisan berita untuk mendukung publikasi kegiatan di gugus depan maupun media digital.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam gerakan kepramukaan saat ini.
“Setiap Pramuka adalah pewarta. Setiap anggota didorong menjadi agen informasi yang menyebarkan berita positif dan mendokumentasikan kegiatan kepramukaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, publikasi yang baik dapat memperkuat citra positif Gerakan Pramuka sekaligus memperkenalkan berbagai kegiatan pendidikan, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para anggota.
Membangun Citra Positif Melalui Media
Materi “Teknik Reportase dan Penulisan Berita” disampaikan oleh Andalan Cabang Urusan Dokumentasi Kwarcab Banyumas, Parsito.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya publikasi sebagai sarana membangun citra positif organisasi sekaligus menciptakan jejak digital yang dapat menjadi arsip berharga di masa mendatang.
Menurutnya, hampir seluruh kegiatan kepramukaan memiliki nilai edukatif yang layak diketahui masyarakat luas.
“Setiap kegiatan pramuka mengandung unsur pendidikan sehingga pantas dipublikasikan,” katanya.
Ia mencontohkan, tradisi tepuk tangan dalam kegiatan pramuka bertujuan melatih kekompakan, konsentrasi, dan semangat. Sementara kegiatan berkemah mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, disiplin, serta kerja sama. Dengan menjelaskan makna tersebut kepada masyarakat, para pembina turut memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan kepada kalangan yang belum mengenalnya.
Parsito juga mendorong para pembina untuk memanfaatkan berbagai platform publikasi, baik media sosial pribadi, akun gugus depan, maupun situs resmi Kwarcab Banyumas.
“Kegiatan yang baik jangan sampai sepi publikasi. Sebarkan semangat pramuka melalui tulisan dan gambar,” tegasnya.
Peserta Antusias Terapkan Ilmu Jurnalistik
Selain memahami teknik penulisan, peserta juga dibekali cara melakukan reportase dan wawancara sebagai langkah awal mengumpulkan informasi. Parsito menegaskan bahwa setiap berita yang disusun harus memenuhi unsur 5W+1H agar informasi yang disampaikan lengkap dan mudah dipahami pembaca.
Materi tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satunya Rina dari Kwartir Ranting Ajibarang yang mengaku memperoleh wawasan baru mengenai teknik penulisan berita.
“Ternyata menulis berita itu mudah kalau tahu polanya. Ilmunya bisa langsung kami terapkan,” ujarnya.
Melalui pembekalan ini, Kwarcab Banyumas berharap lahir pembina pramuka yang tidak hanya terampil membina peserta didik di lapangan, tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai-nilai kepramukaan secara efektif kepada masyarakat melalui berbagai media. (Prasetiyo)