87 Guru Bahasa Jawa SMP se-Kebumen Ikuti Penguatan Kompetensi

Bagikan :

*Diseminasi Pembelajaran Mendalam

Para guru Bahasa Jawa SMP se Kabupaten Kebumen denga tekun mengikuti diseminasi Pembelajaran Mendalam yang dismapaikan narasumber.

KEBUMEN, EDUKATOR –- Sebanyak 87 guru Bahasa Jawa SMP se-Kabupaten Kebumen mengikuti Diseminasi Pembelajaran Mendalam yang digelar MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Kebumen. Kegiatan berlangsung di Aula SMP Negeri 7 Kebumen, Kamis (26/2/2026), bertujuan memperkuat pemahaman guru sekaligus mendorong penyesuaian terhadap pendekatan pembelajaran terbaru.

Diseminasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen, Dr. H. Agus Sunaryo, S.Pd., M.Pd., serta Ketua MKKS SMP Kabupaten Kebumen, Pranoto, S.Pd., M.Pd.

Dorong Siswa Lebih Terampil Berbahasa
Dalam sambutannya, Agus Sunaryo mengawali dengan pertanyaan reflektif.

Wulangan basa Jawi niku penting ngasilaken siswa pinter napa prigel?” (Pembelajaran bahasa itu mengutamakan siswa pintar atau terampil?),” tanyanya.

Ia menjelaskan, siswa dengan nilai tinggi belum tentu terampil berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa secara baik dan benar. Sebaliknya, siswa yang terampil berbahasa, meski nilainya tidak terlalu tinggi, cenderung lebih mudah diterima masyarakat dan dunia kerja karena kemampuan komunikasinya.

Agus juga menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah. Bahasa Jawa dan bahasa nasional merupakan identitas serta jati diri bangsa. Bangsa yang besar, katanya, akan bangga terhadap bahasanya.

“Belanda adalah salah satunya. Sikap percaya diri warganya tampak ketika berbicara dan beraktivitas. Jawa yang memiliki nilai adiluhung warisan leluhur jangan sampai kalah bangga dalam menggunakan bahasanya,” ujarnya.

Apresiasi dan Sinergi MGMP-MKKS
Ketua MKKS SMP Kabupaten Kebumen, Pranoto, mengapresiasi pengurus MGMP dan para guru Bahasa Jawa atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelaksanaan diseminasi di bulan Ramadan tidak mengurangi semangat dan antusiasme peserta dalam meningkatkan kompetensi.

Ia menambahkan, kemitraan MGMP Bahasa Jawa dengan MKKS di tingkat kabupaten telah terjalin baik, terutama dalam penyusunan panduan bahan ajar dan soal sumatif akhir semester maupun akhir tahun. Sinergi tersebut akan terus dijaga demi mempertahankan kualitas pendidikan di Kabupaten Kebumen.

Adaptasi Kurikulum dan Regulasi Terbaru
Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Kebumen, Eko Wahyudi, menegaskan bahwa program Pembelajaran Mendalam bertujuan meningkatkan mutu proses belajar mengajar.

“Program ini hadir untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Karena itu, setiap guru, khususnya guru bahasa Jawa, harus segera menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru. Perencanaan hingga asesmen perlu disusun dan diukur secara tepat agar hasilnya sesuai dengan kurikulum yang berlaku,” tegasnya.

Meski bimbingan teknis implementasi Pembelajaran Mendalam untuk mata pelajaran Bahasa Jawa baru diterima pada akhir tahun 2025, Eko berharap hal tersebut tidak mengurangi motivasi guru untuk terus mengakses informasi terbaru melalui berbagai kanal pendidikan.

Dengan penguatan ini, Bahasa Jawa diharapkan tetap berdiri sejajar dengan mata pelajaran lain serta mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil dan bangga menggunakan bahasa daerahnya. (Iko/Prs)

 

 

 

BERITA TERKINI

dosen feb
Dosen FEB UMP Dr.Erna Handayani Pimpin Riset RISPRO LPDP 2025
ft unsoed2
BNN Purbalingga–Fakultas Teknik Unsoed Tandatangani PKS
bnn2
21.748 Murid Terima Edukasi P4GN BNN Purbalingga
priyanto11
Literasi Ramadan dan Tanggung Jawab Peradaban Digital
tgtki1
IGTKI-PGRI Karangmoncol Berbagi Berkah di Bulan Ramadan