*Hadirkan Dr Irene Kartika Eka Wijayanti, SP, M.Sc
Pakar ekonomi pertanian Fakultas Pertanian Unsoed Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.Sc bersama peserta peatihan literasi keuangan. (Istimewa/EDUKATOR)
BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 30 pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara mengikuti pelatihan literasi keuangan, Jumat (19/12/2025) di White House De Noyas , Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan UMKM bertajuk “Finovate: Ngatur Duit, Naikin Level Bisnis”, dengan menghadirkan pakar ekonomi pertanian Fakultas Pertanian Unsoed Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.Sc.
Penyelenggara kegiatan pemberdayaan UMKM di bidang keuangan ini adalah China Construction Bank (CCB) bekerja sama dengan Yayasan Benih Baik Indonesia.
Foto bersama peserta pelatihan literasi keuangan
Mencampur Keuangan Pribadi dan Keuangan Usaha
Dalam paparannya, Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti menekankan pentingnya fondasi literasi keuangan dasar bagi UMKM agar bisnis berkelanjutan.
Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti saat memberikan materi pelatihan literasi keuangan bagi pelaku UMKM Banyumas dan Banjarnegara di di White House De Noyas , Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)
“Kesalahan paling umum pelaku UMKM adalah mencampur keuangan pribadi dan keuangan usaha. Jika tidak dipisahkan, kinerja usaha sulit diukur dan modal mudah terkuras,” ujar Irene di hadapan peserta.
Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara keuangan pribadi—yang berfokus pada kebutuhan rumah tangga—dan keuangan usaha—yang ditujukan untuk operasional produktif dan penciptaan nilai.
Menurutnya, pemisahan ini memberikan banyak manfaat, mulai dari gambaran kinerja keuangan yang akurat, pengambilan keputusan yang rasional berbasis data, hingga kemudahan akses pembiayaan dari perbankan.
Irene Kartika Eka Wijayanti yang juga dosen S3 Ilmu Pertanian Unsoed ini selanjutnya menyoroti pembukuan sederhana bagi UMKM.
Irene mengajak peserta membiasakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara konsisten untuk mengetahui laba-rugi usaha. “Tidak perlu rumit. Cukup catat apa yang masuk dan keluar. Dari situ, pelaku usaha bisa mengendalikan biaya dan merencanakan target,” jelasnya.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada laporan keuangan dasar—neraca, laba rugi, dan arus kas—serta contoh kasus praktis agar mudah diterapkan.
Irene juga memberikan tips mengelola modal dan keuntungan, termasuk menetapkan gaji pemilik usaha, membatasi pengambilan keuntungan pribadi, serta mengalokasikan sebagian laba untuk reinvestasi dan dana cadangan.
Agar Usaha Naik Kelas
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan UMKM terhadap penguatan tata kelola keuangan agar usaha naik kelas. Melalui Finovate (inovasi keuangan), penyelenggara berharap pelaku UMKM memiliki disiplin administrasi, menjaga keberlangsungan modal, dan lebih siap mengembangkan bisnisnya.
Dalam kegiatan ini, para peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab dan studi kasus yang relevan dengan usaha mereka.
Dengan pelatihan ini, CCB dan Yayasan Benih Baik Indonesia menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor untuk mendorong UMKM lokal tumbuh lebih sehat secara finansial dan berdaya saing. (Prasetiyo)