133 Mahasiswa UNU Purwokerto KKN di Pondok Pesantren

Bagikan :

*Ditempatkan di Empat Kecamatan di Banyumas


Rektor UNU Purwokerto Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si dan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama dua perwaikan mahasiswa yang akan KKN. (Foto: Promompin Setda Banyumas/EDUKATOR) 

PURWOKERTO, EDUKATOR–Sebanyak 133 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Banyumas. KKN akan berlangsung selama 45 hari atau hingga minggu ketiga Februari 2026 dengan lokasi pengabdian berbasis pondok pesantren di Kecamatan Purwokerto Barat, Sokaraja, Kemranjen, dan Tambak.

Konsep ini menjadi pembeda karena mahasiswa tidak hanya mengabdi di desa, tetapi juga tinggal dan beraktivitas langsung di lingkungan pesantren.

Penerjunan mahasiswa KKN tersebut ditandai dengan penerimaan oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Selasa (6/1/2026), di Pendopo Wakil Bupati Banyumas. Kegiatan ini dihadiri civitas akademika UNU Purwokerto, para pengasuh pondok pesantren, unsur forkompimcam, serta seluruh peserta KKN.

Rektor UNU Purwokerto Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si menyampaikan bahwa pihaknya secara resmi menyerahkan 133 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di empat kecamatan tersebut selama 45 hari ke depan.

“Dengan ini kami serahkan anak-anak kami sejumlah 133 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya pada empat kecamatan yaitu Purwokerto Barat, Sokaraja, Kemranjen, dan Tambak,” ungkap Achmad Iqbal.

Unik
Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN UNU Purwokerto memiliki keunikan dibanding perguruan tinggi lain karena menempatkan mahasiswa tinggal di pondok pesantren selama masa pengabdian. Menurutnya, langkah ini diambil agar mahasiswa dapat lebih mendalami nilai-nilai keagamaan secara langsung.

“Belum ada perguruan tinggi yang lokasi KKN-nya di pondok pesantren, baru UNU Purwokerto saja. Saya ingin seluruh lulusan UNU memiliki karakter Ahlussunnah Wal Jamaah yang bisa langsung dipraktikkan di pondok pesantren,” ujarnya.

Pemberdayaan Masyarakat
Meski demikian, Achmad Iqbal menegaskan mahasiswa tetap wajib menjalankan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah desa dan unsur terkait di wilayah KKN.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menyambut baik pelaksanaan KKN tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap para mahasiswa UNU Purwokerto. Menurutnya, KKN merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga melalui kegiatan KKN ini, saudara-saudara mendapatkan pengalaman nyata di lapangan yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutur Lintarti.

Lintarti menilai tema KKN periode ini, yakni “Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai Aswaja melalui Sinergi Perguruan Tinggi, Desa, dan Pondok Pesantren”, sangat relevan dengan karakter sosial dan kultural masyarakat Banyumas.

“Kehadiran mahasiswa KKN di desa-desa berbasis pesantren kami harapkan mampu memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Lintarti juga meminta jajaran forkompimcam di wilayah pelaksanaan KKN untuk turut mendukung seluruh program dan kegiatan mahasiswa agar berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.(Prasetiyo)

BERITA TERKINI

6273579693739019637
8000 Lebih Peserta Ikuti Jalan Sehat, Kerukunan Beragama Semakin Menguat
STNK TIWI
Warga Purbalingga "Embun Rahmah Nurpratiwi" Kehilngan STNK
IMG_20260108_155802_270
Bumdes Desa Dagan Panen Raya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok
Aston 1
ASTON Purwokerto Angkat Kuliner Korea
FAUZI
Peran Strategis Sekolah Dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan