*Disebar di 14 Desa dalam Tiga Kecamatan

Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga, Siswanto, S.Pt M.Si yang didampingi tiga camat yang wilayahnya akan dijadikan lokasi KKN, dan Kepala LPPM Unsoed Prof Elly Tugiyanti foto bersama para mahasiswa KKN Unsoed.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 147 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) i diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Purbalingga selama 35 hari, mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026 mendatang. Mereka diterjunkan di 14 desa dalam tiga wilayah kecamatan, yakni Rembang, Karangmoncol dan Karangambu.
Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat dengan fokus pada pemberdayaan desa dan mitigasi bencana. Program ini diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Para mahasiswa KKN itu diserahan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng, diterima oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga, Siswanto, S.Pt M.Si di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (7/1/2026)
KKN Reguer dan Tematik Kebencanaan
Dari 147 mahasiswa KKN itu, sebanyak 126 mahasiswa merupakan peserta KKN Reguler yang ditempatkan di 12 desa di Kecamatan Rembang. Yakni Desa Wlahar, Bantarbarang, Wanogara Wetan, Wanogara Kulon, Bodaskarangjati, Losari, Karangbawang, Gunungwuled, Sumampir, Tanalum, Makam, dan Panusupan.
Sebanyak 21 mahasiswa lainnya mengikuti program KKN Tematik Kebencanaan yang difokuskan pada upaya penurunan risiko bencana. Program ini dilaksanakan di dua desa rawan bencana, yakni Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol (11 mahasiwa) dan Desa Danasari Kecamatan Karangjambu (10 mahasiswa).
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng
Prof. Elly Tugiyanti menegaskan bahwa KKN Unsoed di Purbalingga merupakan KKN Reguler dan KKN Tematik Kebencanaan yang dirancang sesuai kebutuhan dan potensi desa.
“Mahasiswa akan terlibat langsung dalam penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, peningkatan literasi dan numerasi anak, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis data,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan KKN ini, Unsoed berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam memperkuat resiliensi dan kemandirian desa di Kabupaten Purbalingga.
Tema KKN Sejalan dengan Arah Pembangunan Desa
Sementara itu Siswanto saat menerima para mahasiswa KKN mengemukakan, tema KKN Unsoed tahun ini, “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045”, sejalan dengan arah pembangunan desa yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga, Siswanto, S.Pt M.Si
“Tema ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendorong pembangunan desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif perguruan tinggi,” ujarnya.
Diharapkan Berdampak Bagi Masyarakat
Ia menegaskan keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diminta fokus pada satu atau dua program unggulan yang benar-benar dibutuhkan desa.
“KKN-nya boleh selesai, mahasiswa boleh pulang, tetapi program yang ditinggalkan harus tetap berjalan dan berkelanjutan,” tegasnya.
Foto bersama di depan Pendopo Dipokusumo Purbalingga
Siswanto juga mendorong mahasiswa berperan aktif dalam digitalisasi pelayanan dan administrasi desa, penguatan UMKM dan BUMDes, bidang pendidikan, serta mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan seperti Karangmoncol dan Rembang.
“Kami berharap ada kontribusi nyata, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana dan rekomendasi mitigasi yang bisa ditindaklanjuti,” uarnya. (Prasetiyo)