*Kelola 12 Kolam, Satu Kolam Hasilkan 162 Kg
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, SE, MM saat memanen ikan nila di kolam milik Bumdes Banyumili Desa Dagan. (Foto: Prokompin Setda Purbalingga/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, SE, MM melakukan panen raya ikan nila dengan sistem bioflok yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Banyumili, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan desa sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Sistem budidaya ikan bioflok adalah cara memelihara ikan di kolam dengan memanfaatkan bakteri, untuk mengolah kotoran dan sisa pakan menjadi pakan alami. Dengan sistem ini, air kolam tidak perlu sering diganti, ikan tetap sehat, dan hasil panen bisa lebih banyak meski kolam berukuran terbatas. Budidaya ikan nila sistem bioflok ini didanai melalui Dana Desa sebesar Rp 198 juta sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.
Setiap Tiga Bulan Panen
Saat ini, Bumdes Banyumili mengelola 12 kolam bioflok dengan masa panen setiap tiga bulan. Pada panen kali ini, satu kolam menghasilkan sekitar 162 kilogram ikan nila. “Hasil ini memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat Desa Dagan,” jelas Direktur Bumdes Banyumili Yuni Prihatno.
Panen raya tersebut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Mukodam, S.Pt, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga Ir. Prayitno, M.Si, Kepala Dinsosdalduk KBP3A Drs. Muhammad Fathurrohman, M.Si, serta Camat Bobotsari Aris Mulyanto, S.Ag.
Inovasi Bioflok Sangat Tepat
Wabup Dimas mengapresiasi keberhasilan Bumdes Banyumili dalam mengelola budidaya ikan nila secara modern dan produktif. Menurutnya, inovasi bioflok sangat tepat untuk mendorong perputaran ekonomi desa.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Desa Dagan melalui Bumdes Banyumili yang mampu membuktikan bahwa budidaya ikan dengan sistem bioflok dapat berjalan baik dan memberikan manfaat ekonomi nyata,” ujar Dimas.
Ia menilai sarana dan prasarana kolam bioflok di Desa Dagan sudah tertata dengan baik dan memenuhi standar budidaya. “Kolamnya rapi, bersih, dan kualitas pengelolaannya sangat mumpuni, mulai dari peralatan, sanitasi hingga kelistrikan,” tambahnya.
Contoh bagi Bumdes Lain
Dimas berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi Bumdes lain di Kabupaten Purbalingga dalam mengembangkan potensi desa berbasis ketahanan pangan. “Jika direplikasi, Bumdes-Bumdes bisa tumbuh bersama dan saling menguatkan ekonomi desa,” tegasnya.
Camat Bobotsari Aris Mulyanto menyatakan pihaknya siap mendukung inovasi desa, khususnya dalam penguatan sektor perikanan dan ekonomi kerakyatan.
“Kami berkomitmen mendampingi pemerintah desa agar pemanfaatan APBDes benar-benar mampu mendorong ekonomi desa yang aktif dan berkelanjutan,” ujarnya. (Prasetiyo)