Lindungi Pelajar dari Ancaman Narkoba, Dindikbud – BNNK Purbalingga Perkuat Sinergi “Ananda Bersinar”

Bagikan :

Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si (nomor 5 dari kiri) dan jajarannya bersama Kepala BNNK Purbalingga Dr Nasrudin, S.Ag, M.M.Pd  (nomor 6 dari kiri) beserta jajarannya foto bersama. (Foto: Humas BNNK Purbalingga/EDUKATOR) 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus diperkuat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga memantapkan program “Ananda Bersinar” atau Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai Dari Anak – Bersih Narkoba. Hal ini  sebagai strategi utama perlindungan bagi pelajar dari ancaman narkoba.

Diharapkan, Ananda Bersinar semakin menguat resonansi dan keberdampakannya,  di tengah gempuran fenomena maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar maupun usia produktif

Hal itu  mengemuka dalam sambang koordinasi Dindikbud Kabupaten Purbalingga ke kantor BNNK Purbalingga, Senin (19/1/2026). Rombongan dipimpin Kepala Dindikbud Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos. M.Si., didampingi Sekretaris Dinas Joko Sumarno, S.Pd, M.Pd, Kabid Pembinaan SD Suseno, S.Pd, M.Si, Kabid Pembinaan Kebudayaan Wasis Andri Wobowo, S.Pd, serta Kabid Pembinaan Ketenagaan  Masrun, S.Pd M.Pd.I.

Mereka disambut Kepala BNNK Purbalingga Dr Nasrudin, S.Ag, M.M.Pd beserta jajarannya.

Suasana sambang koordinasi Dindikbud Purbalingga ke BNNK Purbalingga. (Foto: Humas BNNK Purbalingga/EDUKATOR) 

Dindikbud Siap Memperkuat Kolaborasi
Kepala Dindikbud Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam P4GN atau Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

“Pelajar merupakan kelompok yang rentan. Karena itu, kami siap memperkuat kolaborasi P4GN bersama BNN agar sekolah menjadi ruang yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba,” ujar Heru Sri Wibowo yang baru menjabat sebagai Kadindikbud Purbalingga sejak 2 Januari 2026 ini..

Pertemuan di ruang kerja Kepala BNNK Purbalingga.(Foto: Humas BNNK Purbalingga/EDUKAKTOR)

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program pembinaan dan sosialisasi bahaya narkoba dengan target menjangkau hingga 100 ribu warga Purbalingga, terutama di sektor pendidikan.

Program Ananda Bersinar merupakan gerakan pencegahan narkoba sejak usia dini yang menitikberatkan pada penguatan karakter, ketahanan diri, serta keberanian anak untuk menolak segala bentuk dan jenis penyalahgunaan narkoba. Istilah Bersinar dalam program ini dimaknai sebagai Bersih dari Narkoba, yakni upaya mewujudkan anak dan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta bebas dari pengaruh narkoba.

25 Pelajar Terjerat Narkoba
Urgensi program tersebut menguat seiring temuan BNNK Purbalingga sepanjang 2025. Dari 44 klien yang ditangani Klinik Pratama BNNK Purbalingga, sebanyak 25 orang merupakan pelajar. Dalam hal ini, lebih dari 80 persen di antaranya tergolong multiple user, yakni menggunakan lebih dari satu jenis zat seperti minuman beralkohol, psikotropika, sedatif, maupun opioid.

Bujukan dan Pengaruh lingkaran pertemanan
Ketua Tim (Katim) Rehabilitasi BNNK Purbalingga, Awan Pratama SIP menjelaskan, faktor bujukan dan lingkaran pertemanan menjadi motif dominan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Kondisi ini menunjukkan penyalahgunaan narkoba di usia sekolah bersifat kompleks.

“Sebagian besar pelajar yang kami tangani terpapar lebih dari satu zat dan umumnya dipengaruhi lingkungan pertemanan. Ini menandakan bahwa upaya P4GN harus dilakukan lebih dini dan menyentuh pembentukan karakter anak,” jelasnya.

War on Drugs for Humanity
Kepala BNN Kabupaten Purbalingga , Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa P4GN tidak hanya dimaknai sebagai penindakan hukum.

Ia menekankan pentingnya pendekatan War on Drugs for Humanity atau perang melawan narkoba berbasis kemanusiaan. “Penyalahguna harus diselamatkan dan dipulihkan, sementara jaringan peredaran gelap narkoba harus ditindak tegas. Inilah esensi P4GN yang kami dorong melalui Ananda Bersinar,” ujarnya.

Nasrudin yang akrab disapa Kang Nas menambahkan, semangat Perang Melawan Narkoba Berbasis Kemanusiaan sejalan dengan akselerasi Ananda Bersinar, salah satunya melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN). Yakni pesan-pesan anti narkoba disisipkan dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, maupun mata pelajaran lainnya hingga kegiatan ekstrakurikuler seperti Gerakan Pramuka.

Komitmen Bersama
“Sekolah harus menjadi ruang aman yang membentuk karakter anak agar berani mengatakan tidak pada narkoba,” tegas Kang Nas yang belum ada sebulan bertugas di BNN Purbalingga ini.

Sambang koordinasi Dindikbud Purbalingga ke BNNK Purbalingga ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat keberlanjutan program Ananda Bersinar. Hal ini  sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam P4GN dan War on Drugs for Humanity, dengan menempatkan anak dan pelajar sebagai prioritas utama penyelamatan masa depan bangsa. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

Halal Center Unsoed-Mahasiswa KKN Dampingi UMKM Membuat Sertifikasi Halal
goes2
Kominfo Banjarnegara Goes to School ke SMKN 1 Bawang, Dorong Siswa Bijak Bermedsos
uin1
UIN Saizu Dukung Program P4GN BNNK Purbalingga
kunjungi bnn3
Lindungi Pelajar dari Ancaman Narkoba, Dindikbud - BNNK Purbalingga Perkuat Sinergi "Ananda Bersinar"
edu train2
TK Pertiwi Karangsari Gelar "Edu Train", Belajar Ceria Naik Kereta