
Foto bersama di kampus UIN Saizu kampus 2 Purbalingga
PURBALINGGA, EDUKATOR –UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) menyatakan dukungan penuh terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga melalui koordinasi internal dan penguatan kolaborasi institusional.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan dan resiliensi atau daya tahan mental dan emosional di lingkungan perguruan tinggi dari ancaman narkoba. Dalam hal ini mahasiswa bertinda sebagai agent of change (agen perubahan) yang menggerakkan transformasi sosial melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan koordinasi BNNK Purbalingga ke Kampus II UIN Saizu di Purbalingga, Rabu (21/1/2026). Kunjungan dipimpin Kepala BNNK Purbalingga, Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd., dan diterima Dekan Fakultas Dakwah UIN Saizu, Dr. Muskinul Fuad, M.Ag., didampingi Wakil Dekan I, Dr. Ahmad Muttaqin, M.Si.
Suasana pertemuan di kampus UIN Saizu kampus 2 Purbalingga
Kepala BNNK Purbalingga Nasrudin menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam P4GN. “Mahasiswa bukan hanya penerima edukasi, tetapi motor perubahan. Melalui Tri Dharma, mereka bisa berkontribusi nyata dalam pencegahan dan edukasi narkoba di masyarakat,” ujar Nasrudin.
PPL Diselaraskan dengan Kompetensi Keilmuan
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pemfokusan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa agar lebih selaras dengan kompetensi keilmuan. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam diarahkan pada layanan konseling dan rehabilitasi penyalahguna narkoba, sementara mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Pengembangan Masyarakat Islam difokuskan pada kegiatan penyuluhan dan edukasi P4GN.
Terbitkan Buku
Diskusi juga menyoroti capaian mahasiswa UIN Saizu yang sebelumnya menjalani PPL di BNNK Purbalingga hingga menerbitkan buku “Narkoba Musuhnya Generasi Muda, Kenali Sejak Awal”.
Karya tersebut dinilai menjadi bukti konkret peran mahasiswa sebagai agent of change yang mampu melahirkan output ilmiah aplikatif bagi masyarakat.
Selain PPL, rencana integrasi materi P4GN ke dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru turut dibahas sebagai langkah pencegahan sejak dini. Gagasan pelatihan konselor adiksi juga diusulkan untuk meningkatkan minat, bakat, serta kapasitas mahasiswa melalui pengalaman praktis dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.
Dukungan Penuh
Dekan Fakultas Dakwah UIN Saizu, Dr. Muskinul Fuad, menyatakan kesiapan institusinya mendukung penuh program tersebut. “Kami akan menindaklanjuti melalui koordinasi internal. Kolaborasi ini kami pandang realistis dan berkelanjutan, karena memadukan sumber daya kampus untuk dampak jangka panjang bagi generasi muda,” tegasnya.
Kunjungan koordinasi yang berlangsung di Kampus II UIN Saizu, Kabupaten Purbalingga, ini menjadi langkah strategis mempererat sinergi BNNK dan perguruan tinggi dalam membangun lingkungan akademik yang tangguh dan bebas narkoba. (Prasetiyo)