PMR SMPN 4 Kutasari Bagikan Roti & Susu untuk Korban Banjir Bandang

Bagikan :

*Di Posko Pengungsian Desa Serang

Anggota PMR dan OSIS SMPN 4 Kutasari, Purbalingga sedang membagikan roti dan susu kepada para korban bencana banjir bandang di Desa Serang, utamanya anak-anak. (Foto Humas SMPN 4 Kutasari/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR–Palang Merah Remaja (PMR) dan OSIS SMP Negeri 4 Kutasari membagikan roti dan susu kepada anak-anak serta warga korban banjir bandang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (27/1/2026). Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas sosial pelajar terhadap korban bencana alam.

Kepala SMPN 4 Kutasari, Andi Prasetyo, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini kepada peserta didik melalui kegiatan nyata di lapangan.

Anggota PMR dan OSIS SMPN 4 Kutasari.(Foto Humas SMPN 4 Kutasari/EDUKATOR)  

“Kami ingin menumbuhkan rasa kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas sosial di kalangan pelajar SMP melalui PMR SMPN 4 Kutasari,” ujar Andi Prasetyo kepada EDUKATOR di sela-sela pembagian roti dan susu itu.

Suasana pembagian roti dan susu di Posko Pengungsian  Desa Serang. (Foto Humas SMPN 4 Kutasari/EDUKATOR)  

Sisihkan Uang Jajan
Bantuan yang disalurkan berupa susu kemasan dan roti, yang diperuntukkan bagi anak-anak dan warga terdampak bencana. Seluruh bantuan tersebut berasal dari iuran yang dikumpulkan dari para murid SMPN 4 Kutasari sebagai bentuk empati bersama. Mereka ikhlas menyisihan uang jajannya, untuk membantu anak-anak dan warga yang sedang kesusahan.

Penyaluran bantuan dilaksanakan oleh 10 anggota PMR dan OSIS SMPN 4 Kutasari di Posko Pengungsian Villa Sambas, Desa Serang. Kegiatan ini didampingi para pembina PMR, yakni Ibu Musliah, S.Pd., Ibu Nina, S.Pd., dan Ibu Kristin, S.Pd.

Suasana pembagian roti dan susu di Posko Pengungsian  Desa Serang. (Foto Humas SMPN 4 Kutasari/EDUKATOR)  

Menurut Andi Prasetyo, keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.

“Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar merasakan dan membantu sesama yang sedang mengalami musibah,” katanya.

Aksi kemanusiaan PMR SMPN 4 Kutasari ini dilatarbelakangi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan kaki Gunung Slamet pada Jumat-maam hingga Sabtu dini hari (23–24 Januari 2026). Bencana akibat hujan deras berkepanjangan tersebut melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.

Banjir bandang dan longsor itu mengakibatkan satu warga meninggal dunia, ratusan warga mengungsi, serta lebih dari 100 rumah mengalami kerusakan. Material longsoran dari lereng Gunung Slamet menutup aliran Sungai Kali Asat Bambangan, sebelum akhirnya jebol dan membawa lumpur, batu, serta kayu ke wilayah hilir.

Di Desa Serang, dampak bencana tergolong paling parah. Puluhan rumah rusak berat, bahkan beberapa di antaranya rata dengan tanah. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke masjid, rumah warga, hingga villa yang dijadikan posko darurat. Hingga kini, sebagian wilayah masih mengalami keterbatasan akses, krisis air bersih, dan membutuhkan bantuan logistik, terutama untuk anak-anak.

Melalui kegiatan tersebut, SMPN 4 Kutasari berharap kehadiran pelajar di tengah masyarakat terdampak dapat memberi dukungan moril sekaligus meringankan beban para korban. Aksi sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal menumbuhkan generasi muda yang peduli, tanggap, dan berjiwa kemanusiaan.(Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP