Unsoed Miliki LPH Terakreditasi Pratama

Bagikan :


PURWOKERTO, EDUKATOR–Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memiliki Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dengan status akreditasi Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kehadiran LPH Unsoed memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung sistem Jaminan Produk Halal (JPH) nasional melalui layanan pemeriksaan berbasis riset dan keilmuan.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Halal Center Unsoed dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Unsoed, Prof. Poppy Arsil, STP., MT., PhD. di Purwokerto, Rabu (28/1/2026).

Perkuat Layanan Pemeriksaan Produk Halal

Menurut Prof. Poppy, LPH Unsoed dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Jaminan Produk Halal dengan ruang lingkup pemeriksaan yang meliputi makanan, minuman, produk kimiawi, serta produk rekayasa genetika.

Ia menegaskan, keberadaan LPH Unsoed menjadi bagian penting kontribusi perguruan tinggi dalam kebijakan nasional sertifikasi halal, khususnya melalui layanan pemeriksaan yang didukung kompetensi ilmiah dan fasilitas riset.

“LPH Unsoed didukung oleh 8 auditor halal serta 3 SDM syariah yang kompeten dan tersertifikasi,” jelas Prof. Poppy yang merupakan profesor di bidang manajemen pangan.

Proses Pendirian Sejak 2024

Koordinator sekaligus Penanggung Jawab LPH Unsoed adalah Dr. Puji Lestari, S.Si., M.Si, dosen Program Studi Kimia, Fakultas MIPA Unsoed. Proses pendirian lembaga ini telah dimulai sejak September 2024.

Prof. Poppy menjelaskan, inisiatif pembentukan LPH digagas auditor halal dari Program Studi Kimia Unsoed bersama Halal Center Unsoed.

Tahapan yang dilalui mencakup penyusunan dokumen kelembagaan, penguatan sistem manajemen, hingga kerja sama dengan laboratorium pendukung.

“Tahapan pendirian meliputi persiapan dokumen kelembagaan, penguatan sistem manajemen, serta kerja sama dengan laboratorium pendukung,” ungkap Prof. Poppy, yang juga anggota Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA).

Lolos Asesmen Daring dan Luring BPJPH

Dalam proses akreditasi, LPH Unsoed telah menjalani asesmen daring pada 28 Agustus 2025 dan asesmen luring pada 22–23 September 2025 oleh Tim Asesor BPJPH.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, LPH Unsoed dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan resmi memperoleh akreditasi Pratama.

Prof. Poppy, alumni S3 School of Agriculture, Food and Wine, University of Adelaide, Australia, berharap keberadaan LPH Unsoed dapat memberi dampak nyata bagi penguatan ekosistem halal di Indonesia.

“Kami berharap LPH Unsoed dapat berkontribusi aktif dalam penguatan ekosistem halal nasional serta membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, memenuhi kewajiban sertifikasi halal secara profesional dan kredibel,” pungkasnya. (Alief Einstein/Prs)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP