Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI

Bagikan :

*Prodi S-1 Agribisnis Unsoed

PURWOKERTO, EDUKATOR–Dosen Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc., menjadi narasumber tunggal dalam pelatihan daring bertajuk “Akselerasi dan Efisiensi Penyusunan Dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) Menggunakan GenAI”. Kegiatan tersebut diselenggarakan Program Studi S1 Agribisnis Unsoed pada Senin (2/2/2026) malam.

Pelatihan berlangsung dari pukul 19.00–21.00 WIB melalui platform Zoom Meeting dan diikuti para dosen. Kegiatan ini bertujuan membekali para dosen dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (GenAI) untuk menyelaraskan kurikulum secara lebih efektif dan efisien.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Rizqul Karim membedah langkah demi langkah teknis integrasi teknologi dalam administrasi akademik. Menurutnya, penggunaan alat bantu seperti Gemini atau ChatGPT Pro bukan untuk menggantikan peran dosen, melainkan untuk mengoptimalkan proses pemikiran instruksional.

GenAI Percepat Penyusunan RPS
Akhmad Rizqul menjelaskan, RPS berbasis OBE menuntut keterpaduan antara tujuan pembelajaran dan metode penilaian. Menurutnya, pemanfaatan GenAI dapat membantu dosen menganalisis keterkaitan antar capaian pembelajaran secara lebih cepat dan presisi.

“Integrasi GenAI dalam penyusunan RPS merupakan langkah krusial untuk mencapai efisiensi tanpa mengesampingkan kualitas. Teknologi ini memungkinkan analisis alignment antara CPL, CPMK, hingga Sub-CPMK secara lebih presisi dan cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) merupakan rumusan kompetensi yang harus dimiliki lulusan program studi, sedangkan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah turunan CPL yang menunjukkan kontribusi setiap mata kuliah. CPMK kemudian dijabarkan lebih rinci ke dalam Sub-CPMK sebagai indikator capaian pembelajaran yang spesifik dan terukur.

Kekuatan Instruksi Jadi Penentu
Akhmad Rizqul menekankan bahwa keberhasilan pemanfaatan GenAI sangat bergantung pada kualitas instruksi atau prompt yang diberikan dosen kepada sistem kecerdasan buatan. Ia menilai, dosen harus mampu memosisikan AI sebagai pakar kurikulum agar keluaran yang dihasilkan tetap berada pada koridor akademik.

“Dosen harus bertindak sebagai arsitek pembelajaran. Jangan hanya meminta AI menyusun daftar materi, tetapi arahkan untuk merancang instrumen asesmen dan rubrik penilaian yang benar-benar selaras dengan capaian pembelajaran,” tegasnya.

Simulasi dan Validasi Akademik
Selain paparan materi, peserta juga mengikuti simulasi langsung, mulai dari penurunan CPL menjadi indikator pembelajaran yang terukur hingga pemilihan metode pembelajaran aktif, seperti Case Method dan Team-Based Project. Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Rizqul mengingatkan bahwa validasi akhir tetap menjadi tanggung jawab dosen.

“Digitalisasi kurikulum melalui GenAI adalah asisten yang tangguh, namun validasi akhir tetap berada di tangan dosen untuk memastikan tidak terjadi halusinasi data,” pungkasnya.

Pelatihan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta komitmen Program Studi S1 Agribisnis Unsoed untuk terus mendorong digitalisasi dokumen akademik. Hal ini untuk  meningkatkan daya saing lulusan di era industri 4.0. (*/Prs)

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP