Tingkatkan Kemampuan Literasi, 50 Murid SMAN 1 Sigaluh Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Bagikan :


Ryan Rachman, wratawan seior Suara Merdeka ketika mengajari menulis puisi kepada para peserta pelatihan.

BANJARNEGARA, EDUKATOR — SMA Negeri 1 Sigaluh terus meningkatkan kemampuan literasi peserta didiknya melalui pelatihan dan pendampingan jurnalistik, puisi, serta cerpen, Kamis (12/2/2026). Bertempat di ruang multimedia, sebanyak 50 perwakilan murid dari kelas X , XI dan anggota ekstrakurikuler mengikuti kegiatan yang menghadirkan praktisi media dan sastrawan.

Kepala SMA Negeri 1 Sigaluh Linovia Karmelita, S.Sos., M.Pd., menegaskan, penguatan budaya membaca dan menulis menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, anak-anak tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mampu memproduksi tulisan yang berkualitas dan bertanggung jawab. Literasi itu bukan hanya tugas sekolah, tetapi kebutuhan hidup di era digital,” pesannya.

Memanfaatkan gawai untuk menulis berita sesuai standar jurnalistik yang benar.

Teknik Menulis Berita
Dalam kesempatan itu, materi jurnalistik “Yuk, Menulis Berita di Medsos” disampaikan oleh Drs. Prasetyo, M.I.Kom, Pemimpin Redaksi Edukator. Ia mengulas cara menentukan sudut pandang, menyusun lead yang kuat, hingga pentingnya akurasi dan verifikasi data sebelum dipublikasikan.

Dipandu narasumber Prasetiyo, peserta antusias mengikuti pelatiha jurnalistik ini.

“Menulis berita itu bukan sekadar merangkai kata. Ada tanggung jawab moral di dalamnya. Adik-adik harus mulai belajar disiplin pada fakta, karena sekali salah informasi, dampaknya bisa luas,” ujarnya di hadapan peserta.

Tidak berhenti pada teori, peserta pelatihan langsung praktik menulis berita tentang kegiatan yang sedang berlangsung. Tulisan mereka disusun memakai format 5W+1H dan pola piramida terbalik, lalu dibedah bersama untuk memperbaiki struktur dan pilihan kata.

Menulis Puisi
Suasana semakin hidup saat Ryan Rachman SS, wartawan senior Suara Merdeka tampil membacakan puisi dengan penghayatan mendalam. Peserta tampak terpukau, sekaligus termotivasi untuk mencoba menulis karya sendiri.

“Puisi itu soal kejujuran rasa. Jangan takut menulis apa yang kalian pikirkan dan rasakan. Dari hal sederhana di sekitar kalian pun bisa lahir karya yang kuat,” katanya.

Dalam sesi tersebut, peserta diajari menulis puisi secara estafet. Satu murid menuliskan satu larik, kemudian dilanjutkan teman berikutnya hingga menjadi karya utuh. Metode ini membuat suasana cair dan melatih imajinasi. Ryan pun berpesan agar dalam menulis puisi tidak bergantung pada AI atau kecerdasan buatan.

“Jujurlah dalam berkarya. Puisi adalah suara hati. Bukan suara AI,” tegasnya.

Menulis Cerpen
Untuk materi cerpen, pendampingan diberikan oleh Muji Prasetyo, S.Sos. Ia membagikan pengalaman seputar cara menggali ide dari peristiwa sehari-hari serta membangun alur cerita agar menarik pembaca.

Muji Prasetyo ketka mengajari teknik singkat memotret yang baik kepada salah satu murid SMAN 1 Sigaluh. 

Selain itu, Muji Prasetyo yang juga bekerja di Dinkominfo Banjarnegara, secara singkat  mengajari teknik fotografi.

Peserta antusias mengikuti pelatihan jurnalistik

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Salah satunya Renita, siswi kelas X, yang mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan jurnalistik.

“Ini pengalaman pertama saya belajar jurnalistik. Saya tertantang untuk bisa menulis berita yang baik dan benar. Juga tertantang untuk bisa menulis puisi dan cerpen,” ujarnya penuh semangat.

Sekolah berharap pelatihan ini menjadi awal lahirnya karya-karya baru. Rencananya, tulisan para siswa akan dipublikasikan di Media Pendidikan Edukator maupun media lain yang relevan. (Iko)

 

 

BERITA TERKINI

priyanto01
Ramadan di Era Kontemporer, Persiapan Ibadah di Tengah Distraksi
FAUZI
Di Balik Prestasi dan Sensitivitas, Sekolah Ditantang Menguatkan Mental Generasi Stroberi
juara mapel1
Tiga SMP Rebut Juara Umum Lomba Mapel IPA, IPS dan Matematika  Purbalingga 2026
tarhib2
Gugus PAUD Mawar Bukateja Gelar Tarhib Ramadan
mujahadah1
MI Al Mujahadah Gelar Tasyakuran WBK dan Nyadran