
Pawai Tarhib Ramadan SDN 1 Sokanegara dan TK Pertiwi Sokanegara berjalan meriah. (Foto: Arif Muzayyin/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Lebih dari seratus murid SDN 1 Sokanegara bersama anak-anak TK Pertiwi Sokanegara, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar pawai tarhib, Sabtu (14/2/2026) pagi. Kegiatan berlangsung meriah dengan kostum ala Timur Tengah, poster buatan tangan, serta aksi berbagi jajanan kepada warga.
Replika Unta ikut diarak dalam pawai Tarhib SDN 1 Sokanegara
Kepala SDN 1 Sokanegara, Sidin, S.Pd.SD., menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. “Anak-anak ini bukan sekadar pawai. Ini cara kami mengenalkan Ramadan dengan gembira. Menyambut bulan suci tidak harus mewah, tetapi harus bermakna. Kalau hari ini mereka senang berbagi jajanan, semoga kelak tumbuh menjadi pribadi yang ringan berbagi,” ujarnya sebelum pemberangkatan pawai.
Pawai Sederhana, Sarat Makna
Sejak pukul 07.00, halaman sekolah telah dipenuhi barisan murid. Mereka mengawali kegiatan dengan salat dhuha berjamaah dan melantunkan Asmaul Husna sebelum rombongan diberangkatkan berkeliling desa.
Salat dhuha berjamaah. (Foto: Arif Muzayyin/EDUKATOR)
Aneka replika turut memeriahkan arak-arakan, mulai dari unta, miniatur masjid, hingga gunungan berisi makanan ringan. Murid juga membawa “pohon jajan” yang dihiasi ciki, wafer, dan permen.
Pawai Tarhib Ramadan SDN 1 Sokanegara dan TK Pertiwi Sokanegara berjalan meriah. (Foto: Arif Muzayyin/EDUKATOR)
Sepanjang rute, warga tampak antusias menyaksikan. Sejumlah murid dengan penuh kegembiraan membagikan jajanan yang mereka bawa kepada masyarakat di tepi jalan.
Poster Tulis Tangan Jadi Perhatian
Selain kostum, poster karya murid menjadi daya tarik tersendiri. Tulisan spidol warna-warni dengan berbagai bentuk dan ukuran menghadirkan kesan polos dan tulus.
Aneka poster Islami karya para murid mewarnai pawai Tarhib Ramadan, menyusuri jalan desa Sokanegara. (Foto: Arif Muzayyin/EDUKATOR)
Para guru mendampingi barisan agar tetap tertib selama pawai yang memutari sebagian wilayah desa dan kembali ke sekolah. Melalui tarhib ini, sekolah ingin menanamkan kecintaan terhadap Ramadan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Kesederhanaan dipilih sebagai kekuatan utama agar anak-anak memahami makna, bukan sekadar kemeriahan.
Saksikan videonya juga di https://www.instagram.com/reel/DUu9DlQCfFE/?igsh=NWZ2dzF4cGI1d3Fj.(Arif Muzayyin/Prs)