
PATI, EDUKATOR–Tim SMA PGRI 2 Kayen sukses meraih juara 3 Turnamen Esport Liga Akademi Garudaku Cabang HOK tingkat nasional yang digelar di Boyolali pada Januari 2026. Prestasi ini menegaskan kemampuan murid dalam bersaing di ajang bergengsi tingkat nasional.
Kepala SMA PGRI 2 Kayen, Fitri Maria Ulfah M.Pd, menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari deretan prestasi sekolah pada 2026 yang mencapai sedikitnya lima gelar juara di berbagai bidang. “Kompetisi ini mempertemukan tim-tim terbaik di bidang esport dari berbagai daerah,” ujarnya di SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, Selasa (17/3/2026).
Cabang HOK sendiri merupakan kategori pertandingan gim Honor of Kings, yakni permainan bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang menuntut strategi, kerja sama tim, dan keterampilan teknis tinggi. Turnamen esport merupakan kompetisi permainan video yang dilakukan secara terorganisir dengan sistem aturan resmi, mempertemukan individu atau tim untuk bersaing secara profesional.
Dalam praktiknya, esport tidak sekadar permainan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir cepat, strategi, serta kerja sama tim. Cabang ini bahkan membuka peluang prestasi dan karier bagi generasi muda di era digital, seiring perkembangan teknologi berbasis perangkat seperti smartphone yang menjadi media utama dalam pertandingan.
Bukti Kualitas dan Kerja Tim
Tim yang dibimbing Birizki, S.Pd ini terdiri dari Ilham Fernanda (XII F.4), Dimas Bramantyo (XII F.1), Ananda Hafis Rofi Afreza (XII F.11), Raditya Ahmad Shofyan Hakim (XI F.11), Ahmad Nurdiansyah (XI F.3), dan Ahmad Faisol Alfian (XII F.2). Mereka mampu menunjukkan performa optimal hingga meraih posisi tiga besar nasional.
Menurut Birizki, keberhasilan tersebut ditentukan oleh kekompakan tim, strategi permainan yang matang, serta kemampuan teknis yang mumpuni. Latihan rutin dan semangat juang tinggi juga menjadi faktor penting.
Dorong Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Fitri menegaskan, prestasi ini membuktikan murid tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang non-akademik.
“Prestasi ini diharapkan memotivasi murid lain untuk mengembangkan bakat dan berani berkompetisi,” katanya.
Ia berharap capaian sekolah terus meningkat setiap tahun, baik di tingkat lokal, regional, maupun internasional. Melalui program pembelajaran berbasis bakat dan minat, sekolah berkomitmen menyiapkan murid agar siap bersaing dan mengharumkan nama almamater.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan SMA PGRI 2 Kayen sebagai sekolah unggulan dengan brand “Science and Vocational” yang konsisten melahirkan generasi berprestasi.(Purwanto/Prs)