*Masih Ada 17 Ribu Lebih Pengangguran Terbuka

Foto bersama usai pembukaan “Purbalingga Skill Expo 2026”.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Dibanding tahun lalu, tingkat pengangguran di Purbalingga pada tahun 2026 ini mengalami penurunan dari 4,9 persen menjadi 4,83 persen. Meski menurun, angka tersebut masih tergolong tinggi dengan lebih dari 17 ribu pengangguran terbuka. Yakni penganggiran yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali, sedang aktif mencari kerja, dan siap bekerja.
Kondisi ini menjadi salah satu latar belakang digelarnya “Purbalingga Skill Expo 2026”, yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga, Mukodam, S.Pt., di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (2/5/2026).
Hadir dalam kesempatan itu anggota DPR RI Rofik Hananto SE, Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si dan sejumlah tamu undangan.
Acara yang berlangsung pukul 11.00 hingga 16.00 WIB ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kegiatan diinisiasi DPC HIPKI (Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia) Kabupaten Purbalingga bersama Forum PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) , dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, serta melibatkan dunia usaha dan industri.
Pelatihan Jadi Kunci Tekan Pengangguran
Mukodam menegaskan, pelatihan keterampilan dan sertifikasi kompetensi menjadi langkah konkret dalam menekan angka pengangguran.
“Pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi kunci menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja yang siap pakai,” katanya.
Ia menambahkan, program pelatihan melibatkan ribuan peserta dari berbagai lembaga kursus dan pelatihan, dengan dukungan perangkat daerah terkait.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga, Mukodam, S.Pt. beserta tamu undangan mengujungi stand demi stand di arena expo. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
Kolaborasi Perdana Dorong Pendidikan Nonformal
Ketua DPC HIPKI Kabupaten Purbalingga, Sutardi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pendidikan nonformal dan pelatihan kerja.
“Kegiatan ini menjadi momentum menunjukkan peran strategis pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Expo ini menghadirkan pameran karya, promosi, serta layanan dari LKP dan PKBM se-Kabupaten Purbalingga, sekaligus menjadi ruang temu antara lembaga pelatihan, dunia usaha, industri, dan masyarakat pencari kerja.
Kadindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si didampingi Koorwilcam Dindikbud Kutasari Diram, S.Pd saat mengunjungi ke salah satu stand expo. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
Antusiasme Peserta Tinggi
Antusiasme peserta tercatat tinggi, dengan sekitar 200 peserta terlibat langsung dan lebih dari 350 orang mengikuti sesi talkshow.
Direktur Yayasan Pendidikan Citra Bangsa Education Center Yanuar Siska Nugrahaeni, S.Pd (kiri). Lembaga ini salah satu yang berpartisipasi dalam Purbalingga Skill Expo 2026.
Salah satu agenda utama adalah talkshow bertema “Siap Kerja 2026: Skill, Mental, dan Peluang Karier dari Lokal sampai Jepang.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor industri, termasuk garmen, penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, serta praktisi pengembangan diri.
Harapan Jadi Agenda Tahunan
Sutardi berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan kompeten.
“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan SDM,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, Purbalingga Skill Expo 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam menekan pengangguran sekaligus membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat.
Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI, Rofik Hananto, S.E., menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dan bahasa asing dalam menghadapi persaingan kerja global.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rofik Hananto SE saat memberikan sambutan. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
“Bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting agar mampu bersaing di pasar kerja global,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai program magang ke luar negeri, termasuk Jepang, serta peluang kerja sama dengan beberapa negara.
Demo Keterampilan hingga Konsultasi Kerja
Berbagai kegiatan turut meramaikan expo, mulai dari demo coding, komputer, memasak, tata rias, menjahit, desain, hingga barista. Tersedia pula layanan konsultasi kursus, kelas bahasa Inggris, hingga penyaluran kerja.
Bazar hasil karya LKP, permainan edukatif, serta potongan harga kursus juga menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Ketua DPD FK PKBM Purbalingga, Dr. Jeffri Prayitno menambahkan, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus peluang meningkatkan kesiapan kerja,” katanya. (Prasetiyo)