*Peringati 20 Tahun Gempa Yogyakarta

YOGYAKARTA, EDUKATOR— Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta menggelar Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026 di Kompleks Candi Prambanan pada 26–29 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai kalangan ini tidak hanya memperkuat implementasi nilai-nilai bela negara, tetapi juga menjadi refleksi 20 tahun Gempa Bumi Yogyakarta 2006 serta bagian dari rangkaian menyambut Dies Natalis ke-68 UPN “Veteran” Yogyakarta.
Mengusung tema “Bela Negara untuk Keadilan Energi dan Ketahanan Terhadap Bencana dalam Rangka Menghadapi Indonesia Emas Tahun 2045”, jambore menghadirkan mahasiswa, akademisi, politisi, praktisi, pelaku industri, hingga budayawan dalam satu forum untuk memperkuat karakter kebangsaan.
Tanamkan Nilai Bela Negara
Inisiator Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026, Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti Kusumayudha, M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengingatkan sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin peserta mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, tidak sekadar menjadi jargon,” ujar Prof. Sari, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan jambore juga menjadi momentum mengenang dua dekade bencana Gempa Bumi Yogyakarta yang terjadi pada 2006. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Dies Natalis ke-68 UPN “Veteran” Yogyakarta yang akan diperingati pada Desember 2026.
Belajar Mitigasi Bencana Secara Langsung
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diajak mengunjungi Monumen Gempa Yogyakarta di Dusun Potrobayan, Kabupaten Bantul, serta menelusuri kawasan yang terdampak erupsi Gunung Merapi 2010.
Kunjungan lapangan itu bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi bencana, serta semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.
Prof. Sari menegaskan bahwa kepedulian terhadap penanggulangan bencana merupakan salah satu bentuk nyata implementasi bela negara.
“Peduli terhadap korban bencana juga merupakan implementasi bela negara,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan diskusi, pembelajaran, penguatan karakter, aksi sosial, dan kompetisi yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai bela negara sebagai bekal menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. (Sulist DS/Prs)