24 Perguruan Tinggi Kristen Hadiri Kongres BK-PTKI di UKDW

Bagikan :

*Bahas Transformasi Kampus, Perkuat Kolaborasi

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menjadi tuan rumah Kongres Nasional Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen di Indonesia (BK-PTKI) 2026, yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (16-17/7/2026).

Kongres yang diikuti 112 peserta dari 24 perguruan tinggi Kristen di Indonesia tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi, merumuskan arah transformasi pendidikan tinggi Kristen, serta menyiapkan perguruan tinggi yang adaptif menghadapi perubahan global dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Mengusung tema “Menjawab Zaman, Menghidupi Panggilan: Transformasi Perguruan Tinggi Kristen untuk Masa Depan”, kongres ini menghadirkan para pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi industri, serta tokoh pendidikan untuk membahas tantangan dan peluang masa depan pendidikan tinggi Kristen.

UKDW Dorong Kampus Kristen Lebih Adaptif
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., mengatakan penyelenggaraan Kongres Nasional BK-PTKI 2026 menjadi wujud komitmen UKDW dalam membangun jejaring antarperguruan tinggi Kristen melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan mutu pendidikan.

Menurutnya, perubahan zaman menuntut perguruan tinggi untuk tidak berjalan sendiri, tetapi saling berbagi pengalaman dan membangun kekuatan bersama agar mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Selama dua hari, kita  berefleksi, berdiskusi, saling berbagi pengalaman, saling menopang, dan membangun kolaborasi untuk mentransformasikan tantangan menjadi peluang,” ujar Dr.-Ing. Wiyatiningsih.

Ia berharap kongres tersebut tidak hanya menghasilkan gagasan strategis, tetapi juga melahirkan berbagai program kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi Kristen di Indonesia.

Semangat kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui Festival Jamu Nusantara 2026 yang digelar bersamaan dengan kongres. Melalui Fakultas Bioteknologi dan Fakultas Kedokteran, UKDW menampilkan berbagai inovasi herbal berbasis riset yang mempertemukan unsur akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat.

Selain itu, UKDW juga membagikan tumbler bermotif ecoprint karya dosen sebagai bentuk kepedulian terhadap kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan.

Selaraskan Langkah Perguruan Tinggi Kristen
Ketua BK-PTKI, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., mengatakan kongres menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah perguruan tinggi Kristen agar tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, perguruan tinggi Kristen harus mampu menjawab kebutuhan masa depan melalui penguatan kerja sama, peningkatan kualitas akademik, serta pengembangan inovasi yang berdampak luas.

“Kongres ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menghasilkan tindak lanjut yang nyata bagi kemajuan perguruan tinggi Kristen di Indonesia,” kata Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito.

Dalam berbagai sesi diskusi, para peserta membahas pentingnya transformasi perguruan tinggi secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas akademik, penguatan riset, tata kelola yang adaptif, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.

Dari Teaching University Menuju Innovation University
Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia, Handi Irawan Djuwadi, MBA., M.Com., menilai perguruan tinggi Kristen memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu memperkuat daya saing melalui kualitas pendidikan, kolaborasi, dan inovasi.

Ia menyebut nilai compassion, collaboration, dan creativity menjadi fondasi penting dalam membangun kampus Kristen yang berkelanjutan dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Vice Rector for Student Affairs Binus University, Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan, S.Kom., S.E., MMSI., menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu melakukan perubahan paradigma dari teaching university menuju innovation university.

Menurutnya, transformasi tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada murid, penguatan transformasi digital, kemitraan dengan dunia industri, serta pengembangan riset dan inovasi.

“Perguruan tinggi masa depan harus mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof.  Yohannes Kurniawan.

AI dan Karakter Jadi Bekal Lulusan Masa Depan
Pembahasan mengenai masa depan pendidikan tinggi juga diperkuat oleh Komisaris PT Metrodata Electronics Tbk, Dr. Ir. Antonius Tanan, M.B.A., M.Sc., M.A., dan CEO Askedian Consulting, Deddi Tedjakumara, Ph.D.

Keduanya menekankan pentingnya pemanfaatan AI secara bijak, penguatan pembelajaran berbasis pengalaman, serta pembangunan karakter lulusan agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki integritas.

Melalui Kongres Nasional BK-PTKI 2026, UKDW berharap hubungan antarpenguruan tinggi Kristen semakin erat sehingga mampu melahirkan berbagai kolaborasi strategis yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan bangsa.

Kongres ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi Kristen memiliki peran penting dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-17 at 12.55
Semarak HUT ke 29 SMAN 1 Sigaluh, dari Kegiatan Literasi hingga Lomba Tari
ChatGPT Image Jul 17, 2026, 04_44_45 PM
Perkuat Jiwa Kewiraan dan Kesiapan Kerja Internasional, SMK PGRI 1 Taman Berani Mendunia
WhatsApp Image 2026-07-17 at 14.51
Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS SMPN 4 Kedungbanteng
6255831093575618695
Gaji dan Tunjangan Bupati Dibelikan Sepatu untuk Murid SD di Karangjambu
WhatsApp Image 2026-07-17 at 10.35
UAJY dan STP Ampta Yogyakarta Luncurkan Program DESAI