*Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Guru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si. bersama pengurus dan anggota MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Pleno dan Simposium Berbagi Praktik Baik di Pendopo Cahyana, Rumah Jabatan Wakil Bupati Purbalingga, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 guru IPA dari berbagai SMP/MTs di Kabupaten Purbalingga tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan inovasi guru.
Kegiatan itu menandai berakhirnya kepengurusan periode 2022–2026, dan dimulainya kepengurusan periode 2026–2030.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kekompakan dan semangat kolaborasi para guru IPA dalam kegiatan tersebut.
“Dalam kesempatan baik ini, saya juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi pembelajaran serta memperkuat peran guru sebagai influencer pendidikan dan agen sosialisasi program pemerintah maupun program sekolah,” pesannya.
Dua Praktik Baik, Dua Inovasi Asesmen
Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah Simposium Berbagi Praktik Baik yang menghadirkan dua narasumber dengan pengalaman berbeda dalam mengembangkan pembelajaran dan asesmen berbasis teknologi.
Narasumber pertama, Arif Rakhmat Nugroho, S.Pd., dari SMP Negeri 2 Kejobong, memaparkan inovasi POT PD (Penilaian Online Tanpa Paket Data). Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alternatif asesmen untuk mengatasi sejumlah kendala, mulai dari biaya penggandaan soal, lamanya proses koreksi, keterbatasan akses internet, hingga potensi kecurangan dalam asesmen daring.
POT PD memanfaatkan komputer atau laptop, telepon seluler, serta jaringan lokal melalui router atau access point sehingga seluruh perangkat murid berada dalam satu jaringan. Dengan demikian, sistem asesmen tetap dapat berjalan meskipun perangkat tidak terhubung ke internet.
Dalam penerapannya, POT PD menggunakan Candy CBT, yakni aplikasi Computer Based Test yang digunakan untuk mengelola dan menjalankan ujian atau asesmen berbasis komputer. Melalui Candy CBT, guru dapat memasukkan soal, mengatur peserta dan waktu ujian, menjalankan asesmen, serta memperoleh hasil penilaian.
Sementara itu, XAMPP digunakan sebagai lingkungan server lokal untuk menjalankan sistem Candy CBT di komputer. XAMPP merupakan paket perangkat lunak yang secara umum dikenal sebagai Cross-Platform, Apache, MariaDB, PHP, dan Perl. Komponen tersebut menyediakan lingkungan yang memungkinkan komputer berfungsi sebagai server lokal untuk menjalankan aplikasi berbasis web dan mengelola basis data.
Dalam sistem tersebut, Apache berfungsi sebagai web server, MariaDB digunakan untuk mengelola basis data, sedangkan PHP menjadi salah satu komponen yang mendukung jalannya aplikasi berbasis web. Dengan lingkungan server lokal tersebut, Candy CBT dapat dijalankan di komputer tanpa harus bergantung pada server internet.
Dengan dukungan router atau access point, komputer atau laptop dan telepon seluler yang digunakan murid dapat terhubung dalam satu jaringan lokal. Murid kemudian mengakses sistem asesmen dari perangkat masing-masing melalui jaringan tersebut. Karena koneksi yang digunakan merupakan jaringan lokal, asesmen dapat dilaksanakan tanpa membutuhkan kuota internet.
Sederhananya, komputer guru berfungsi sebagai pusat sistem yang menjalankan Candy CBT melalui XAMPP. Router atau access point membangun jaringan lokal, sedangkan laptop atau telepon seluler murid digunakan untuk mengakses dan mengerjakan soal.
Sistem tersebut menjadi salah satu alternatif pelaksanaan asesmen digital bagi sekolah yang memiliki keterbatasan akses internet. Guru tetap dapat memanfaatkan teknologi untuk melaksanakan asesmen tanpa harus mengandalkan koneksi internet dari masing-masing perangkat murid.
Hasil asesmen kemudian dapat dimanfaatkan guru sebagai dasar menentukan tindak lanjut pembelajaran, termasuk pembelajaran berdiferensiasi, pengayaan, dan remedial.
Moodle Perkuat Pembelajaran Digital
Narasumber kedua, Meiseti Awan, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Purbalingga, membagikan pengalaman mengelola e-learning dan asesmen bersama menggunakan Moodle.
Moodle merupakan Learning Management System (LMS) atau platform manajemen pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengelola pembelajaran secara digital.
Melalui Moodle, guru dapat menyediakan materi pembelajaran, memberikan tugas, membuat kuis dan asesmen, membuka ruang diskusi, serta memantau hasil belajar murid.
Salah satu strategi yang diterapkan Meiseti adalah membuat variasi soal dalam beberapa bentuk sehingga sistem dapat mengacak soal yang diterima setiap murid. Strategi tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi peluang murid saling menyontek saat asesmen.
Pemanfaatan Moodle juga memberikan ruang bagi guru untuk mengintegrasikan proses pembelajaran dan asesmen dalam satu platform. Materi, aktivitas pembelajaran, tugas, kuis, hingga hasil asesmen dapat dikelola secara lebih terstruktur.
Kedua praktik tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dan asesmen tidak selalu bergantung pada ketersediaan internet dalam skala besar.
Kreativitas guru dan pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dapat menghasilkan sistem pembelajaran dan asesmen yang lebih efektif, efisien, serta adaptif.
Regenerasi Kepengurusan MGMP
Selain menjadi ruang berbagi praktik baik, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum regenerasi kepengurusan MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga. Kepengurusan periode 2022–2026 berakhir dan dilanjutkan kepengurusan baru periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Moh. Aris Khaerudin, S.Si.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Ketua dan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga. Penguatan Pokja diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi guru sekaligus mempermudah pelaksanaan berbagai program MGMP di masing-masing wilayah kerja.
Ketua MGMP IPA periode 2026–2030, Moh. Aris Khaerudin, S.Si., menegaskan bahwa kepengurusan baru akan terus mendorong kolaborasi, berbagi praktik baik, dan peningkatan kompetensi guru IPA.
“MGMP ke depan akan terus mendorong kolaborasi, berbagi praktik baik, serta meningkatkan kompetensi guru IPA. MGMP juga akan berperan sebagai fasilitator dalam memberikan pelatihan dan pendampingan, khususnya terkait pengolahan dan penyusunan asesmen kepada kelompok kerja,” ujarnya.
Guru Didorong Menjadi Agen Pendidikan
Sementara itu, Ketua MGMP IPA periode 2022–2026, Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota atas kepercayaan dan dukungan selama masa kepengurusan. Ia juga menyampaikan selamat kepada kepengurusan baru yang akan melanjutkan program MGMP IPA Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, ice breaking, games, dan pembagian doorprize.
Rapat pleno dan simposium tersebut menunjukkan bahwa MGMP tidak sekadar menjadi forum administratif, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar bersama bagi guru. Praktik yang dikembangkan di satu sekolah dapat dibagikan, dikaji, dan diadaptasi oleh sekolah lain sesuai kebutuhan serta kondisi masing-masing.
Kepengurusan MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga periode 2026–2030 diharapkan semakin mampu meningkatkan profesionalisme guru dan memperkuat kolaborasi antarsekolah.
Selain itu, MGMP IPA SMP diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran dan asesmen IPA untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Purbalingga. (Febri Prasetyo Adi/Prs)