
Upacara pemberangkatan Estafet Tunas Kelapa Kwarran Rembang.(Foto: Humas Kwarran Rembang/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 14 Tunas Kelapa dikirab dalam kegiatan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Ranting (Kwarran) Rembang Tahun 2026, Selasa (8/9/2026). Kirab yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” itu berlangsung meriah dengan melibatkan Pramuka, organisasi masyarakat, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat.
Perjalanan ETK Kwarran Rembang.(Foto: Humas Kwarran Rembang/EDUKATOR).
Ketua Mabiran Kwarran Rembang, Nur Azizah Erlita, S.IP., M.Si., mengatakan, ETK menjadi bagian penting dari tradisi Gerakan Pramuka dalam menyambut Hari Pramuka sekaligus memperkuat semangat kepramukaan di tengah masyarakat.
“ETK menjadi tradisi untuk memperkuat semangat kepramukaan,” ujar Nur Azizah.
ETK dimulai dari SD Negeri 3 Makam, Kecamatan Rembang, menuju Perempatan Pasar Pahing, Kecamatan Pengadegan. Sebelum pemberangkatan, Kwarran Karangmoncol melaksanakan persemayaman Tunas Kelapa di SD Negeri 3 Makam pada Senin (7/9/2026).
Selanjutnya pada Selasa (8/9/2026), rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan upacara pemberangkatan di depan SD Negeri 3 Makam. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Mabiran Kwarran Rembang.
Kirab Tunas Kelapa Jadi Simbol Semangat Pramuka
Sebanyak 14 Tunas Kelapa dibawa oleh pasukan inti, sedangkan satu cikal Tunas Kelapa dibawa oleh pemimpin pasukan. Tunas Kelapa tersebut menjadi bagian penting dari tradisi ETK yang dilaksanakan secara berantai antarkwartir ranting di Jawa Tengah.
Pasukan ETK terdiri atas 61 pasukan inti dan 62 pasukan pendukung. Selain itu, kegiatan juga diikuti pasukan penggembira dari berbagai unsur, antara lain KORPRI, PGRI, IGTKI, Linmas, BPD, PKK, PKRT, PPAI Rembang, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, kader kesehatan, MWC NU, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, SALUT UT Jenderal Soedirman, RAPI, Kelompok Senam Ceria, dan Karang Taruna Soedirman Kecamatan Rembang.
Setelah upacara pemberangkatan, seluruh pasukan mulai bergerak pada pukul 08.00 WIB menuju Balai Desa Bodaskarangjati. Perjalanan tersebut ditempuh sekitar satu jam dengan melibatkan pasukan inti, pasukan pendukung, dan pasukan penggembira.
Ketua Mabiran Ikut Berjalan Kaki
Dalam perjalanan menuju Balai Desa Bodaskarangjati, Ketua Mabiran Kwarran Rembang turut berjalan kaki bersama rombongan hingga tiba di lokasi. Sementara itu, unsur TNI dan Polri bertugas sebagai pengawal atau foreder untuk mendukung kelancaran perjalanan.
Setelah tiba di Balai Desa Bodaskarangjati, pasukan inti kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan menuju Perempatan Pasar Pahing. Perjalanan menuju lokasi tersebut ditempuh sekitar 30 menit.
Di Perempatan Pasar Pahing, dilaksanakan upacara timbang terima Tunas Kelapa dari Kwarran Rembang kepada Kwarran Pengadegan. Prosesi tersebut menandai berlanjutnya perjalanan Estafet Tunas Kelapa ke wilayah berikutnya.
Pagar Betis dan Pentas Seni Meriahkan Kirab
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur perjalanan ETK. Warga dan berbagai organisasi turut menyambut rombongan dengan membuat pagar betis bersama murid dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, RA, BA, hingga SMA dan SMK.
Sepanjang perjalanan, ETK disambut meriah dengan pagar betis .(Foto: Humas Kwarran Rembang/EDUKATOR).
Penyambutan semakin semarak dengan berbagai penampilan seni. Murid sekolah, organisasi, dan masyarakat menampilkan kesenian di sejumlah titik sepanjang jalur yang dilalui rombongan.
Keterlibatan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa ETK tidak hanya menjadi kegiatan internal Gerakan Pramuka. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan sekaligus membangun kebersamaan dengan masyarakat.
Ketua Pelaksana ETK Kwarran Rembang, Maryono, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyambut rombongan.
“Penyambutan masyarakat membuat perjalanan ETK semakin meriah,” kata Maryono.
Beragam Kegiatan Warnai ETK Rembang
Rangkaian kegiatan ETK Kwarran Rembang tidak berhenti pada kirab Tunas Kelapa. Sejumlah kegiatan pendukung turut digelar untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan Jambore Ranting Kwarran Rembang berlokasi di Lapangan Bodaskarangjati. (Foto: Humas Kwarran Rembang/EDUKATOR).
Kegiatan tersebut antara lain kerja bakti Pramuli yang berkolaborasi dengan masyarakat, cek kesehatan gratis, Bumbung Kemanusiaan, serta sarasehan Bina Damping.
Selain itu, Kwarran Rembang juga menyelenggarakan Jambore Ranting di Lapangan Bodaskarangjati. Kegiatan tersebut mengusung tema “CERDIK”, yang merupakan singkatan dari Ceria, Disiplin, Inspiratif, dan Kreatif.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ETK tidak hanya menjadi tradisi kirab Tunas Kelapa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, kreativitas, kedisiplinan, serta keterlibatan Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.
Memasyarakatkan Gerakan Pramuka
Estafet Tunas Kelapa merupakan salah satu tradisi Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah dalam menyongsong Hari Pramuka. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk kirab Tunas Kelapa yang secara berantai berkeliling di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Tradisi ini sekaligus menjadi media untuk lebih mengenalkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan dan pembinaan generasi muda. Nilai-nilai tradisi yang diwariskan melalui ETK diharapkan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaan ETK Kwarran Rembang Tahun 2026 juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan 62 Tahun Gerakan Pramuka. Tema swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045 menjadi pesan penting agar Gerakan Pramuka terus mengambil bagian dalam membangun generasi muda yang mandiri, disiplin, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat.
Dari SD Negeri 3 Makam hingga Perempatan Pasar Pahing, perjalanan Tunas Kelapa menjadi simbol kesinambungan semangat kepramukaan. Estafet tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat melalui pendidikan, pengabdian, dan aksi sosial.(Prasetiyo)