
BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 305 anggota Pramuka turun langsung mengabdi kepada masyarakat melalui Kemah Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas di Lapangan Desa Silado, Kecamatan Sumbang, 4–6 September 2026. Tidak sekadar berkemah, kegiatan tersebut diisi aksi sosial, kepedulian lingkungan, edukasi, hingga pelatihan keterampilan sebagai bagian dari Bulan Bakti Pramuka sekaligus menyambut Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah 2026.
Kegiatan yang digelar Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Banyumas itu menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian anggota Pramuka terhadap masyarakat dan lingkungan. Peserta tidak hanya mengikuti kegiatan perkemahan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi warga.
Dari Perkemahan Menuju Pengabdian
Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Banyumas, Tomi Luqman Hakim, mengatakan Kemah Bakti dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus meningkatkan keterampilan anggota Pramuka.
“Kemah Bakti menjadi wujud nyata pengabdian Pramuka Banyumas,” ujarnya.
Menurut Tomi, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Bulan Bakti Pramuka sekaligus menyambut ETK Kwarda Jawa Tengah 2026. Kehadiran 305 peserta menjadi gambaran bahwa Gerakan Pramuka terus berupaya hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, Pramuka tidak semestinya hanya dipandang sebagai aktivitas yang berlangsung di lapangan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan gerakan yang mendorong anggotanya untuk turun tangan, bergerak bersama masyarakat, dan berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.
“Pramuka harus bergerak bersama masyarakat dan lingkungannya,” pesannya.
Semangat pengabdian tersebut sekaligus menjadi bekal bagi Pramuka Banyumas dalam menyambut ETK Kwarda Jawa Tengah 2026. Estafet Tunas Kelapa membawa pesan persaudaraan, pengabdian, dan semangat kepramukaan yang diteruskan dari satu daerah ke daerah lainnya.
Aksi Sosial Menyentuh Masyarakat
Ketua Panitia Kemah Bakti Pramuka Banyumas, Supriyadi, menjelaskan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan menjadi bagian utama dalam perkemahan. Peserta terjun langsung melakukan pengecatan jembatan, membersihkan mushola, membersihkan makam, serta menanam pohon.
Aksi pengabdian juga diperluas ke bidang pendidikan melalui program Pramuka Goes To School. Program tersebut dilaksanakan di MTs Negeri 3 Banyumas dan SD Negeri Silado.
Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan kepada pelajar. Mereka juga mengajak para pelajar memahami pentingnya kepedulian, gotong royong, menjaga lingkungan, dan kesiapsiagaan.
“Pramuka Goes To School menanamkan kepedulian sejak usia sekolah.”
Supriyadi mengatakan, keterlibatan langsung peserta dalam berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kepekaan sosial. Dengan demikian, pengalaman selama kemah tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bekali Peserta dengan Keterampilan Praktis
Selain kegiatan sosial dan lingkungan, Kemah Bakti juga diisi berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan peserta. Beberapa di antaranya adalah pelatihan kewirausahaan, menanam dengan metode semihidroponik, serta pelatihan pemadam kebakaran.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal praktis kepada anggota Pramuka. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung kemandirian peserta sekaligus meningkatkan kesiapan mereka ketika harus membantu masyarakat.
“Pelatihan membekali Pramuka dengan keterampilan praktis sehari-hari,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut akhirnya tidak hanya menghasilkan pengalaman berkemah bagi para peserta. Lebih dari itu, mereka membawa pulang pengalaman pengabdian, keterampilan baru, serta semangat untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.
Supriyadi menegaskan, semangat tersebut harus terus dijaga agar Gerakan Pramuka benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (Parsito/Prs)