*Program Alumni Mengajar

Bagian depan, dari kiri ke kanan, Suryanto, SKM, M.Sc (pengurus Pastibangga) dan aluni SMPN 3 Purbalingga, dr. Karenia Praptingtyas, Kepala SMPN 3 Purbalinga Warsono, S.Pd, MM, Ir Budi Setyono, S.T., M.T dan Wakahumas Sarpras dan Humas Sahirun S.Pd. (Foto: Hartoyo/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Rangkaian HUT Emas SMP Negeri 3 Purbalingga semakin semarak. Dua alumni , yakni dr Karenia Praptiningtyas dan dosen Ir Budi Setyono ST MT hadir dalam program Alumni Mengajar Seri 2, di Aula SMPN 3 Purbalingga, Sabtu (12/9/2026).
Di hadapan 256 murid kelas 9, keduanya berbagi pengalaman, motivasi, dan wawasan untuk mewujudkan impian masa depan. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala sekolah Warsono S.Pd, MM.
Foto bersama panitia, alumni, guru dan murid-murid kelas 9 SMPN 3 Purbalingga, usai program Alumni Mengajar. (Foto: Hartoyo/EDUKATOR)
dr. Karenia Praptiningtyas merupakan alumni SMP Negeri 3 Purbalingga tahun 2013. Perempuan yang akrab disapa Nia atau Karen itu kini berprofesi sebagai dokter umum, di RS Sinar Kasih Purwokerto.
dr. Karenia Praptiningtyas. (Foto: Hartoyo/EDUKATOR)
Nia menyelesaikan pendidikan dokter, di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed).
“Siapa yang ingin jadi dokter?,” tanya Nia mengawali motivasinya.
Serempak, banyak murid yang tunjuk jari.
Menurut Karenia, setiap murid memiliki kesempatan berkembang untuk mewujdukan cita-citanya. Mereka juga memiliki jalan berbeda untuk meraih cita-cita. Karena itu, proses belajar tidak boleh diremehkan.
“Jangan pernah meremehkan proses belajar,” pesan Nia, putra ragil atau nomer tiga Dra. Niken Damaryanti,M.Pd.Kons, pensiunan guru SMPN 3 Purbalingga.
Nia mengajak murid SMPN 3 Purbalingga untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Disiplin dan menjga pergaulan juga perlu dibangun sejak bangku sekolah.
Nia juga menekankan pentingnya menghormati guru. Nasihat orang tua juga harus selalu diperhatikan. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan.
“Keberhasilan dibangun melalui kebiasaan baik,” tegas Nia, kelahiran Purbalingga 9 Juni 1998 ini.
Ia mengingatkan murid SMPN 3 Purbalingga agar berani bermimpi tinggi. Kegagalan tidak boleh membuat mereka mudah menyerah. Ilmu yang diperoleh juga harus memberi manfaat.
Ars Longa, Vita Brevis dan Semangat Belajar
Dokter Nia memiliki motto hidup “Ars Longa, Vita Brevis.” Ungkapan tersebut berasal dari bahasa Latin. Secara harfiah, ungkapan itu berarti “seni atau ilmu itu panjang, sedangkan hidup itu singkat.”
Makna ungkapan tersebut menekankan pentingnya proses belajar. Waktu hidup manusia terbatas. Sementara itu, ilmu dan keterampilan membutuhkan waktu panjang.
Dalam konteks profesi dokter, motto tersebut sangat relevan. Dunia kedokteran terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu, dokter dituntut terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Semangat tersebut juga dapat diterapkan para murid SMPN 3 Purbalingga. Masa sekolah menjadi bagian penting dalam perjalanan belajar. Kebiasaan belajar dan disiplin perlu dibangun sejak dini.
Karenia menilai profesi dokter memiliki nilai pengabdian. Seorang dokter tidak hanya menjalankan pekerjaan profesional. Dokter juga memiliki tanggung jawab membantu sesama.
Teknik Elektro Dekat dengan Kehidupan
Alumni berikutnya yang tampil memberikan motivasi adalah Ir Budi Setyono, S.T., M.T. Ia merupakan alumni SMP Negeri 3 Purbalingga tahun 1986. Saat ini, Budi Setyono berprofesi sebagai dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip).
Ir Budi Setyono, S.T., M.T . (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
Budi Setyono menyelesaikan S1 Teknik Elektro dan Magister Teknik Elektro di UGM Yogyakarta, dan kini sedang menempuh program doktoral di Undip. Kehadirannya memberikan wawasan tentang dunia teknik elektro.
Dalam materi Alumni Mengajar, Budi mengangkat tema “Peranan Teknik Elektro dalam Kehidupan.” Materinya mencakup sejumlah bidang dalam teknik elektro. Bidang tersebut meliputi ketenagaan listrik, telekomunikasi, dan elektronika.
Selain itu, materi Budi Setyono membahas teknik kendali otomatis. Teknologi informasi dan komputer juga menjadi bagian pembahasan.
Materi tersebut menunjukkan luasnya penerapan teknik elektro. Teknologi elektro hadir dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Pengetahuan itu sekaligus membuka wawasan karier bagi murid.
“Teknik elektro memiliki ruang lingkup sangat luas,” ujar Budi Setyono .
Budi lahir di Purbalingga, 21 Mei 1970. Saat SMP dulu, ia selalu naik sepeda onthel setiap berangkat dan pulang sekolah, dari Desa Gembong , Kecamatan Bojongsari ke sekolah,kurang lebih 4 km.
“Teman-teman saya yang ngonthel saat itu lumayan banyak. Sepeda onthel saat saya SMP dulu, sekarang masih saya simpan untuk kenang-kenangan,” ujarnya sambil tertawa.
Bud Setyono selanjutnya mengemukakan motto hidupnya . Motonya “Hiduplah seperti akan mati besok, dan belajarlah seolah akan hidup abadi”.
Pesan itu mengandung makna, menghargai setiap waktu untuk menjalani hidup sebaik mungkin.
“Kita harus berani berbuat baik, berkarya, dan menikmati kehidupan hari ini,”pesannya.
Namun, lanjutnya, dalam belajar, kita perlu memiliki semangat tanpa batas. Pengetahuan harus terus dicari sepanjang hidup, karena belajar adalah bekal untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana.
Semakin Bermakna
Momentum HUT Emas SMP Negeri 3 Purbalingga–puncaknya 19 November 2026 mendatang–menjadi semakin bermakna. Alumni tidak sekadar hadir untuk bernostalgia. Mereka kembali berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi penerus.
Pesan kedua alumni menegaskan pentingnya proses belajar. Cita-cita membutuhkan ketekunan dan disiplin. Pengetahuan juga harus digunakan untuk memberikan manfaat.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh. Dari ruang kelas, murid menyiapkan masa depan. Dari alumni, mereka memperoleh inspirasi perjalanan kehidupan. (Prasetiyo)