
KARANGANYAR, EDUKATOR–Sebanyak 200 guru SMP dan perwakilan pengawas Dinas Pendidikan se-Jawa Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Regional Jawa Tengah Tahun 2026 di Hotel Lorin, Colomadu, Karanganyar, Senin-Rabu, 21-23 September 2026.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan Staf Direktorat SMP Kemendikdasmen itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, S.H., M.M., dan dihadiri perwakilan staf Direktorat SMP.
Guru Didorong Maksimalkan Teknologi
Dalam sambutannya, Hendro menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, bantuan berbagai perangkat digital perlu dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran.
“Guru harus mengoptimalkan digitalisasi untuk mendukung pembelajaran di kelas,” kata Hendro.
Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tetap harus menempatkan guru sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
“Teknologi secanggih apa pun tidak menggantikan peran guru,” ujarnya.
Selama tiga hari, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang berkaitan dengan pengelolaan peralatan digitalisasi pembelajaran. Materi tersebut diarahkan agar guru tidak sekadar mengenal teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara praktis dalam kegiatan belajar mengajar.
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan peralatan digitalisasi, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI), serta pembuatan video berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Selain itu, peserta mempelajari pengembangan Learning Management System (LMS), pemanfaatan konten di Ruang Murid, eksplorasi Platform Informasi Digital (PID), simulasi microteaching, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber yang berasal dari Direktorat SMP, Duta Teknologi, praktisi pendidikan, dan tim Bergema.
Praktik Langsung Jadi Bagian Bimtek
Salah satu narasumber, Tukijo, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan nyata guru di lapangan. Bimtek juga diarahkan untuk mendukung penerapan Pembelajaran Mendalam (PM) di sekolah.
Tukijo, M.Pd sedang memaparkan materi di hadapan peserta
“Bimtek ini membantu guru mendukung Pembelajaran Mendalam secara optimal,” ujar Tukijo, mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Semarang (Unnes) sekaligus guru SMP Negeri 17 Semarang.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga melakukan praktik mandiri, bekerja secara kolaboratif, dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi.
Berbagai produk media pembelajaran yang dihasilkan peserta selanjutnya akan melalui proses kurasi. Produk yang dinilai sesuai diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber belajar bersama bagi para guru.
Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satunya disampaikan Rokhim yang mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pemanfaatan peralatan digital dalam pembelajaran.
“Banyak hal baru dipelajari untuk membuat bahan ajar digital,” ungkap Rokhim.
Menurutnya, pengalaman selama bimtek mendorong guru untuk lebih produktif dalam mengembangkan bahan ajar secara mandiri. Pemanfaatan teknologi juga dinilai membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai perkembangan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, guru dan pengawas di Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat transformasi digital di sekolah masing-masing. Pemanfaatan peralatan digital secara tepat diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, relevan, dan menyenangkan bagi murid.(Prasetiyo)