Ketua FKUB Ajak Pelajar Purbalingga Wujudkan Moderasi Beragama

Bagikan :

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga K.H. Nurkholis Masrur

PURBALINGGA, EDUKATOR–Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga K.H. Nurkholis Masrur mengajak kepada para pelajar untuk mewujudkan moderasi beragama. Pasalnya, moderasi beragama merupakan salah satu perekat kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Moderasi beragama tercermin melalui komitmen kebangsaan, toleransi, sikap antikekerasan, serta penolakan terhadap ekstremisme, ujar K.H. Nurkholis Masrur yang juga pengasuh Pondok  Pesantren Az Zuhriyyah di Karangsentul, Purbalingga pada  Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Operation Room  Graha Adiguna, Kamis (24/9/2026).

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Operation Room  Graha Adiguna, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 100 pelajar dan pendamping dari perwakilan SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Purbalingga.

Ikut memberikan materi dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga Much Umar Faozi,Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Purbalingga Adhy Riyadi dan dosen FISIP Unsoed Sulyana Dadan.

Menurut KH Nurkholis Masrur, moderasi beragama adalah cara menjalankan dan memahami agama secara adil, seimbang, dan tidak berlebihan, dengan tetap teguh pada keyakinan agama sendiri serta menghormati orang lain yang berbeda keyakinan.

Sederhananya, moderasi beragama berarti tidak ekstrem dalam beragama dan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.

Ada beberapa sikap yang menjadi ciri moderasi beragama.

Pertama: Komitmen kebangsaan — menghargai Pancasila, UUD 1945, dan keutuhan NKRI.
Kedua: Toleransi — menghormati orang lain dalam menjalankan keyakinannya.
Ketga: Antikekerasan — tidak menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perbedaan.
Keempat: Menghargai perbedaan — menerima kenyataan bahwa masyarakat Indonesia memiliki beragam agama, suku, budaya, dan pandangan.

Contoh sederhana: seorang pelajar tetap menjalankan ibadah sesuai agamanya, tetapi juga menghormati teman yang berbeda agama, tidak mengejek keyakinannya, dan bekerja sama dalam kegiatan sekolah.

Jadi, moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama. Moderasi beragama lebih pada cara bersikap dalam kehidupan bersama agar keyakinan tetap teguh, tetapi kerukunan dan penghormatan terhadap sesama tetap terjaga.

Bijak di Ruang Digital
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga Much Umar Faozi mengajak para pelajar menjadi generasi yang bijak di ruang digital melalui penguatan empat pilar literasi digital, yakni kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga Much Umar Faozi

Menurut dia, generasi muda saat ini memiliki ketergantungan dan kecakapan teknis yang tinggi terhadap teknologi, tetapi perlu diimbangi dengan etika dan kendali diri agar tidak mudah terjebak dalam manipulasi maupun kejahatan digital.

Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu mempertimbangkan dampak sebelum membuat dan menyebarkan suatu konten.

“Semua yang kita posting di media sosial akan dilihat oleh manusia sungguhan,” katanya.

Penerapan etika digital dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak memancing konflik, menghindari komentar yang mencela, serta memeriksa kebenaran dan sumber informasi sebelum membagikannya.

Dalam menerapkan budaya digital, lanjutnya, pelajar diajak tetap menjunjung nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dengan menghargai perbedaan, mendukung produk lokal, serta mengenalkan budaya dan potensi daerah melalui media sosial.

Selain itu, pelajar juga diingatkan untuk menjaga identitas dan keamanan akun pribadi serta berhati-hati dalam membagikan foto, video, status, maupun persoalan pribadi di media sosial. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman bagi pengguna. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

ChatGPT Image Sep 25, 2026, 05_21_12 AM
80 Guru Ikuti Diklat Pembelajaran STEM
FAUZI PAKAIAN JAWA
Ketika Guru Senior Menanti Purna Tugas, Siapa yang Melanjutkan Estafet?
pensiun1
146 ASN Banyumas Terima SK Pensiun
WhatsApp Image 2026-09-24 at 18.28
BNN Purbalingga Gandeng Lima Sekolah Cegah Narkoba
Screenshot 2026-09-24 195956
Ketua FKUB Ajak Pelajar Purbalingga Wujudkan Moderasi Beragama