
Menyambut murid di gerbang sekolah setiap pagi merupakan budaya positif yang harus terus dipertahankan.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Senyum, sapaan, dan jabat tangan guru di gerbang sekolah menjadi bagian sederhana, tetapi penuh makna dalam membangun budaya positif di satuan pendidikan. Hal itu mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., saat kegiatan Sambang Sekolah di SDN 1 Karanggambas, Kecamatan Padamara, Sabtu (26/9/2026)..
Heru Sri Wibowo mengapresiasi program penyambutan murid yang dilaksanakan Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dindikbud Padamara.
Ia mengimbau agar praktik baik tersebut dapat diterapkan di seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Kadindikbud Purbalingga Heur Sri Wibowo S.Sos. M.Si yang didampingi Korwilcam Padamara Sutarman, S.Pd M.Pd saat menyambangi SDN 1 Karanggambas, Kecamatan Padamara.
Sambutan Pagi Bangun Budaya Positif
Program penyambutan murid dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Guru menyambut kedatangan murid dengan ramah dan hangat di gerbang sekolah.
Interaksi sederhana tersebut memiliki peran strategis. Selain menjadi bentuk perhatian kepada murid, kegiatan itu mencerminkan budaya sekolah yang mengedepankan kedisiplinan, keramahan, dan komunikasi.
“Penyambutan pagi membangun suasana sekolah positif,” kata Heru Sri Wibowo.
Kehadiran guru di gerbang juga dapat mendorong murid datang tepat waktu. Murid lebih termotivasi hadir lebih awal karena mengetahui guru telah menunggu dan menyambut mereka.
Perkuat Hubungan Guru dan Murid
Sambutan pada pagi hari menjadi kesempatan bagi guru memahami kondisi murid sejak awal. Interaksi singkat dapat membuat murid merasa diperhatikan, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah.
Suasana tersebut diharapkan membawa energi positif ke ruang kelas. Murid dapat memulai pembelajaran dengan perasaan lebih nyaman, gembira, dan siap mengikuti kegiatan belajar.
Program penyambutan juga mendukung peningkatan motivasi belajar. Murid yang merasa dihargai sejak tiba di sekolah diharapkan lebih siap berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
Tanamkan Karakter dan Kebiasaan Positif
Selain membangun kedisiplinan, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai karakter. Di antaranya sopan santun, komunikasi yang baik, keramahan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan yang dilakukan secara rutin juga dapat membentuk kebiasaan positif. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya terlihat di sekolah, tetapi terbawa dalam kehidupan murid di luar lingkungan sekolah.
Program penyambutan murid di gerbang sekolah telah diselenggarakan Korwilcam Dindikbud Padamara, Sutarman, S.Pd., M.Pd di semua satuan pendidikan. Praktik tersebut selanjutnya didorong Heru Sri Wibowo untuk menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Purbalingga. (Prasetiyo)