*Murid Dajak Membuat Desain Batik

Sambil lesehan di teras ruang kelas, murid-murid SMPN 3 Satap Rembang menuangkan kreativitasnya di atas kertas gambar, membuat desain batik beraneka corak. (Foto: Humas SMPN 3 Satap Rembang/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR –Sebanyak 58 murid SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Rembang dari kelas VII, VIII, dan IX diajak membuat desain batik di atas kertas gambar dalam peringatan Hari Batik Nasional 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenal, mencintai, dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.
Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, Jais Mudin, S.Pd., mengatakan peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran murid terhadap budaya sendiri. Generasi muda, menurutnya, perlu mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Indonesia agar tidak kehilangan jati diri.
“Generasi muda adalah penerus kebudayaan bangsa,” kata Jais Mudin kepada EDUKATOR.
Melalui tema “Batik Menyatukan Kita dalam Keberagaman: Budaya Generasi Muda, Generasi Berbatik”, kegiatan ini mengajak murid memahami batik tidak sekadar sebagai kain bermotif indah, tetapi juga sebagai simbol persatuan, keberagaman, kreativitas, dan identitas bangsa Indonesia.
Jais Mudin mengingatkan generasi muda agar tidak lebih bangga terhadap budaya bangsa lain dibandingkan budaya sendiri.
“Jangan sampai melupakan kekayaan budaya sendiri,” pesannya.
Ia berharap batik dapat menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan generasi muda Indonesia. Kecintaan tersebut dapat diwujudkan dengan mengenakan, mengenal, dan menghargai batik sebagai warisan budaya leluhur.
“Jadikan batik sebagai identitas dan kebanggaan kita,” ujarnya.
Batik Menjadi Media Pendidikan Karakter
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Melalui aktivitas membuat desain batik di atas kertas gambar, murid diberi ruang untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka dalam bentuk motif yang beragam.
Perbedaan desain tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa setiap murid memiliki karakter, potensi, dan gagasan yang berbeda. Dari proses tersebut, murid belajar mengekspresikan diri sekaligus menghargai karya teman.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Istriani, S.Pd., turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pengembangan wawasan kebudayaan murid.
Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang mengenal jati diri, menghargai perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap kekayaan budaya bangsa.
Keberagaman Menjadi Kekuatan Bersama
Tema “Batik Menyatukan Kita dalam Keberagaman” membawa pesan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun persatuan.
Keberagaman motif batik yang memiliki keunikan masing-masing menjadi gambaran bahwa setiap murid juga memiliki karakter, potensi, dan latar belakang yang berbeda.
Melalui kegiatan membuat desain batik di atas kertas gambar, murid belajar bahwa perbedaan kreativitas dapat menjadi kekuatan. Mereka didorong untuk saling menghargai hasil karya, bekerja sama, dan membangun kebersamaan.
Dari Batik Tumbuh Generasi Berbudaya
Melalui kegiatan Hari Batik Nasional, SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang berharap tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan memiliki kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Murid diharapkan mampu menjadi pelopor pelestarian budaya, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Upaya tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengenakan batik dengan bangga, mengenal makna motifnya, menghargai karya perajin, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kontribusi nyata bagi keberlangsungan budaya bangsa.
“Batik adalah warisan, keberagaman adalah kekuatan,” demikian semangat yang digaungkan dalam peringatan tersebut.
Dari SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, semangat Hari Batik Nasional 2026 diarahkan untuk mendorong murid terus berkarya, berprestasi, dan berbudaya. Generasi muda diharapkan tetap memiliki jati diri, bangga menjadi bagian dari Indonesia, serta siap menjaga warisan budaya untuk masa depan.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa batik tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai persatuan, keberagaman, karakter, dan kecintaan terhadap Indonesia. (Prasetiyo)