*Bekali Murid Keterampilan Kreasi Batik, MUA dan Barbershop

BANJARNEGARA, EDUKATOR –SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara, memperkuat Program SMA Mantap melalui kegiatan kokurikuler yang membekali seluruh murid dengan keterampilan praktis untuk kehidupan nyata. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk mendukung kemandirian murid, tetapi juga membuka peluang keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah lulus sekolah.
Penguatan itu ditandai dengan pembukaan kegiatan Kokurikuler SMAN 1 Sigaluh, Senin (5/10/2026). Untuk murid kelas X, materi yang diberikan berupa kreasi batik Shibori. Sedangkan murid kelas XI mendapatkan pelatihan Make Up Artist (MUA) dan Grooming Barbershop.
Keterampilan untuk Kehidupan Nyata
Kepala SMAN 1 Sigaluh, Linovia Karmelita, S.Sos., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membekali murid dengan beragam keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelatihan ini membekali keterampilan untuk kehidupan nyata,” ujar Linovia.
Kegiatan pembukaan diawali dengan peragaan busana oleh sejumlah murid. Selanjutnya, murid mengikuti kegiatan sesuai materi kokurikuler yang telah disiapkan sekolah.
Menurut Linovia, keterampilan batik Shibori tidak berhenti sebagai kegiatan praktik. Hasil karya murid nantinya akan digunakan sebagai bagian dari identitas sekolah.
“Batik Shibori akan menjadi seragam identitas hari Kamis,” jelasnya.
Dengan demikian, murid tidak sekadar belajar membuat batik, tetapi juga menghasilkan karya yang akan mereka gunakan sendiri. Kegiatan tersebut sekaligus menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan rasa memiliki terhadap hasil karya.
MUA Bukan Sekadar Belajar Berdandan
Sementara itu, materi MUA dan Grooming Barbershop diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada murid mengenai perawatan diri dan etika berpenampilan.
Linovia menegaskan, pelatihan MUA bukan dimaksudkan agar murid berdandan secara berlebihan saat pergi ke sekolah.
“Pelatihan MUA bukan untuk berdandan menor,” tegasnya.
Menurut dia, pemahaman mengenai MUA justru penting agar murid mengetahui cara merawat wajah secara dasar dan memahami etika berpenampilan yang tepat. Murid laki-laki juga dibekali pengetahuan mengenai grooming, termasuk cara menjaga penampilan dan menata rambut dengan baik.
“Anak-anak akan memahami etika MUA yang baik,” tambahnya.
Bekal Setelah Lulus SMA
Linovia berharap keterampilan yang diberikan melalui kokurikuler dapat menjadi bekal bagi murid setelah menyelesaikan pendidikan di SMA.
Keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi maupun dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Bagi murid yang melanjutkan kuliah, keterampilan itu dapat menjadi bekal untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
“Bisa digunakan sebagai pekerjaan sampingan saat kuliah,” ungkap Linovia.
Sementara bagi murid yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi modal untuk berwirausaha. Dengan demikian, Program SMA Mantap tidak hanya berorientasi pada kesiapan akademik, tetapi juga kemandirian dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah sekolah.
“Harapannya, murid tidak bingung setelah lulus,” pungkasnya.(Heni Purwono/Prs)