Penyalahgunaan Narkoba Masih Tinggi, Kurikulum Anti Narkoba Diperkuat

Bagikan :

PATI, EDUKATOR –Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Drs. Edi Swasono, M.M., menegaskan, ancaman narkotika masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data yang ada, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa. Prevalensi dalam konteks ini menunjukkan persentase penduduk yang mengalami atau terlibat penyalahgunaan narkoba dalam periode tertentu. Di di Jawa Tengah, angkanya mencapai 1,3 persen atau sekitar 195.000 jiwa.

Data tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Implementasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam rangka Integrasi Kurikulum Anti Narkoba menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045. Rakor digelar di Aula Bakorwil Pati, Selasa (6/10/2026).

Sekolah Menjadi Benteng Pencegahan
Menurut Edi, tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial. Sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun karakter, kebiasaan positif, kemampuan mengambil keputusan, serta ketahanan diri murid sejak dini.

“Pencegahan harus membangun keberanian murid menolak narkoba,” kata Edi.

Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba. Murid perlu dibekali kemampuan menghadapi tekanan, mengenali risiko, mengambil keputusan sehat, serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba.

Karena itu, integrasi kurikulum anti narkoba dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pencegahan di lingkungan pendidikan.

Tidak Harus Menjadi Mata Pelajaran Baru
Dari sisi pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Brian Angga Hermawan, S.H., Kepala Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, menjelaskan bahwa integrasi kurikulum anti narkoba tidak berarti harus membuat mata pelajaran baru.

Nilai dan keterampilan pencegahan dapat dimasukkan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun budaya sekolah.

“Integrasi kurikulum menjadi salah satu benteng utama,” ujarnya.

Menurutnya, tidak semua guru harus mengajarkan materi khusus tentang narkoba. Namun, setiap guru dapat berperan membangun ketahanan diri murid melalui pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari.

Guru PJOK Punya Peran Strategis
Ketua MGMP PJOK SMA Provinsi Jawa Tengah, Deny Firianto Utomo, S.Pd., M.Or., menilai guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki posisi strategis dalam pencegahan narkoba.

Melalui pembelajaran PJOK, murid dapat dibiasakan menjalani pola hidup sehat, disiplin, mengendalikan diri, bekerja sama, menjunjung sportivitas, dan bertanggung jawab.

“PJOK dapat membangun kebiasaan sehat sekaligus karakter,” ujarnya.

Menurut Deny, pembelajaran PJOK juga dapat menjadi ruang untuk membangun ketahanan mental dan kemampuan murid menghadapi tekanan. Dengan demikian, guru PJOK tidak hanya berperan sebagai pendidik kesehatan, tetapi juga sebagai agen pencegahan narkoba.

Dari Pengetahuan Menuju Ketahanan Diri
Rakor tersebut mendorong perubahan pendekatan pencegahan narkoba, dari sekadar memberikan pengetahuan menuju penguatan ketahanan diri murid.

Upaya itu dapat dilakukan melalui proyek pembelajaran, analisis kasus, kampanye digital, hingga berbagai kegiatan nyata di lingkungan sekolah.

Edi berharap rakor tersebut menghasilkan tindak lanjut yang konkret, terukur, dan realistis. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari tersampaikannya materi tentang narkoba, tetapi juga dari terbentuknya budaya sekolah yang sehat dan aman.

“Jawa Tengah Zero Prevalensi harus dimulai dari sekolah,” tegasnya.

Ia mengajak BNNP, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, MGMP, keluarga, dan masyarakat memperkuat kolaborasi. Menurutnya, satu murid yang memiliki ketahanan diri berarti satu masa depan yang lebih terlindungi.

Jawa Tengah Zero Prevalensi 2045 harus dimulai dari ruang kelas, guru, keluarga, dan lingkungan sekolah sejak sekarang. (Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-06 at 13.37
Penyalahgunaan Narkoba Masih Tinggi, Kurikulum Anti Narkoba Diperkuat
WhatsApp Image 2026-10-06 at 07.10
SI INDUNG SMPN 17 Semarang Karya Tukijo Direplikasi Empat SMP
WhatsApp Image 2026-10-06 at 07.59
Nizar dari SDN 2 Purbalingga Wetan Juara 1 Lomba Azan dan Iqamah Tingkat Kabupaten Purbalingga
WhatsApp Image 2026-10-05 at 19.45
Perkuat Kompetensi, 50 Guru SD Ikuti Bimtek Digitalisasi Pembelajaran
WhatsApp Image 2026-10-05 at 17.48
SDN 1 Purbalingga Wetan Borong Delapan Prestasi