Berbagai Kegiatan Semarakkan Festival Literasi Purbalingga

Bagikan :

*20 PAUD Terima Dana Hibah Rp 200 juta

Bupati Purbalingga Fahi M Hanif didampingi Wabup Dimas Prasetyahani dan Kepala Dinarspus Endi Astono saat mengunjungi stand BNNK Purbalingga di Festival Literasi Purbalingga. 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Festival Literasi Purbalingga (FLP) 2026 digelar di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis-Sabtu (8-10/10/2026). Saat membuka acara, , Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif memberikan bantuan dana hibah Rp 200 juta untuk 20 PAUD yang tersebar di berbagai desa.

“Dukungan dana hibah dari Pemkab Purbalingga ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana fisik lembaga PAUD, sehingga dapat menyediakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak,” ujar Bupati Fahmi.

Dalam festival itu, mengusung tema “Kolaborasi untuk Literasi dan Literasi untuk Kesejahteraan Purbalingga”.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan, antara lain bazar buku, pameran UMKM, talkshow, dialog interaktif, lokakarya, bedah buku, musikalisasi puisi, seni dan musik, kegiatan mewarnai keluarga, nonton bareng, serta literasi budaya.

Bupati Fahmi dan Wabup Dimas mengunjungi salah satu stand, dan berdialog dengan anak-anak sekolah.

Festival juga diramaikan 21 stan literasi dari berbagai unsur. Di antaranya Polres Purbalingga, Lanud Jenderal Soedirman, Badan Narkotka Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga, perpustakaan desa dan sekolah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, taman bacaan masyarakat, serta  10 UMKM.

Anak-anak antusias memperhatikan penjelasan saat di Stand Lanud Jenderal Besar Soedirman.

Puncak festival dijadwalkan diisi pementasan wayang kulit Madya Ratri oleh dalang cilik Afan Giatsya Nurfalah.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadikan literasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan potensi ekonomi lokal.

Kebiasaan membaca buku perlu  ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Biasakan Membaca Sejak Dini
Selanjutnya Bupati Fahmi mengatakan, derasnya informasi digital harus diimbangi kemampuan memahami, memilah, dan mengolah informasi secara kritis.

Ia menilai informasi visual yang disajikan secara cepat dan singkat berpotensi membuat anak yang terbiasa dengan gawai dan internet, menerima informasi tanpa memahami isinya secara mendalam.

Karena itu, pembiasaan membaca perlu dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang menyenangkan. Keteladanan orang dewasa juga dinilai penting karena anak akan lebih mudah meniru kebiasaan membaca yang ditunjukkan orang-orang di sekitarnya.

Fahmi juga mendorong pemerataan gerakan literasi hingga seluruh kecamatan dan desa. Literasi tidak boleh hanya berkembang di wilayah perkotaan, tetapi harus menjadi gerakan bersama di tengah keluarga, sekolah, dan masyarakat.(Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-09 at 11.47
Murid SMAN 1 Sigaluh Pamer Karya Batik Shibori
WhatsApp Image 2026-10-09 at 05.20
20 Tim Sepak Bola Guru dan Tendik Ikuti Trofeo PGRI Banjarnegara
WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.42
Perawatan Wajah Penting, Riasan Menor Jangan di Sekolah
WhatsApp Image 2026-10-08 at 16.33
Peluncuran Tiga Buku Karya Bunda Hani Tandai Pembukaan Festival Literasi Purbalingga
Festival Literasi Purbalingga Tanamkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini9
Berbagai Kegiatan Semarakkan Festival Literasi Purbalingga