800 Murid SMA PGRI 1 Pati Tanam 3000 Bibit Mangrove

Bagikan :

*Di Kawasan Mangove Teluwuk

Murid-murid SMA PGRI 1 Pati antusias menanam mangrove

PATI, EDUKATOR –Sebanyak 800 murid kelas X dan XI SMA PGRI 1 Pati belajar langsung dari alam dengan menanam mangrove di kawasan Mangrove Teluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari outing class yang memadukan pembelajaran lingkungan, pengalaman lapangan, dan aksi nyata pelestarian pesisir.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (7/10/2026) itu tidak hanya membawa murid keluar dari ruang kelas. Mereka diajak mengenal ekosistem pesisir, melihat potensi kawasan mangrove, sekaligus ikut menanam sekitar 3.000 bibit mangrove.

Belajar Ekosistem Sekaligus Menjaga Pesisir
Kepala SMA PGRI 1 Pati, Sutono, S.E., S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi murid. Pembelajaran secara langsung di kawasan pesisir dinilai dapat memberikan pemahaman yang lebih nyata dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

Kepala SMA PGRI 1 Pati, Sutono, S.E., S.Pd.

Selain mengenal ekosistem mangrove, para murid juga melihat kondisi lingkungan pesisir serta potensi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi. Mereka sekaligus belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana dan nyata.

Salah satu murid, Distian Ayu Dini Prameswari, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Penanaman mangrove menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia terlibat langsung dalam kegiatan serupa.

“Pengalaman menanam mangrove ini sangat seru,” ujar Distian.

Dalam kegiatan tersebut, Distian menanam dua bibit mangrove. Ia berharap kawasan Mangrove Teluwuk dapat dikelola lebih baik sehingga semakin dikenal dan dikunjungi masyarakat.

“Semoga Mangrove Teluwuk semakin baik dan ramai pengunjung,” katanya.

Dorong Wisata Edukasi
Secara keseluruhan, sekitar 3.000 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut. Aksi ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus mengenalkan pentingnya keberadaan mangrove bagi kawasan pesisir.

Bagi para murid, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal potensi wisata Kabupaten Pati dari dekat. Kawasan mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang belajar terbuka.

Sutono menilai kawasan Mangrove Teluwuk memiliki peluang untuk menjadi tempat edukasi lingkungan bagi generasi muda. Karena itu, kegiatan pembelajaran di luar kelas diharapkan dapat terus dikembangkan.

“Teluwuk berpotensi menjadi ruang edukasi lingkungan,” kata Sutono.

Menurutnya, kegiatan semacam ini mempertemukan pembelajaran dengan pengalaman nyata. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya menjaganya.

Melalui outing class tersebut, SMA PGRI 1 Pati berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Penanaman ribuan bibit mangrove sekaligus menjadi pengalaman bagi ratusan murid untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.(Purwanto/Prs)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-09 at 11.47
Murid SMAN 1 Sigaluh Pamer Karya Batik Shibori
WhatsApp Image 2026-10-09 at 05.20
20 Tim Sepak Bola Guru dan Tendik Ikuti Trofeo PGRI Banjarnegara
WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.42
Perawatan Wajah Penting, Riasan Menor Jangan di Sekolah
WhatsApp Image 2026-10-08 at 16.33
Peluncuran Tiga Buku Karya Bunda Hani Tandai Pembukaan Festival Literasi Purbalingga
Festival Literasi Purbalingga Tanamkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini9
Berbagai Kegiatan Semarakkan Festival Literasi Purbalingga