
Laga perdana sebagai pembuka, kesebelasan PGRI Bawang melawan laskar Gunung Petarangan PGRI Batur, berlangsung sengit. (Foto: Humas PGRI Banjarnegara/EDUKATOR).
BANJARNEGARA, EDUKATOR – Ratusan penonton memadati tribun barat Stadion Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Jumat (9/10/2026) sore, menyaksikan pembukaan Trofeo PGRI Banjarnegara 2026 dalam rangka menyemarakkan Har Guru Nasional tahun 2026 dan HUT ke 81 PGRI. Pada laga pembuka, kesebelasan PGRI Bawang mengalahkan Laskar Gunung Petarangan PGRI Batur dengan skor 1-0.
Pada laga kedua, PGRI Mandiraja menundukkan PGRI Madukara dengan skor 3-2. Dijadwalkan, pada Sabtu sore (10/10/2026) ini, dua pertandingan kembali digelar, yakni PGRI Banjarmangu melawan PGRI Kalibening serta PGRI Pagentan menghadapi PGRI Pandanarum.
Pertandingan laga kedua, kesebelasan PGRI Mandiraja melawan kesebelasan PGRI Madukara, dengan skor kemenangan tipis 3-2 untuk PGRI Mandiraja. (Foto: Humas PGRI Banjarnegara/EDUKATOR).
Turnamen sepak bola antarguru tersebut dibuka Ketua PGRI Banjarnegara Heling Suhono, didampingi Kepala Dindikpora Banjarnegara Yusuf Agung Prabowo, Kepala Kemenag Sukarno, dan Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong. Kompetisi ini menjadi ajang perdana sepak bola khusus guru di Kabupaten Banjarnegara.
Perkuat Organisasi dan Kebugaran Guru
Heling Suhono mengatakan, turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus menjaga kebugaran jasmani para anggota PGRI.
“Ini sesuai visi kita untuk menjadikan PGRI kuat,” ujar Heling.
Ia berharap turnamen perdana tersebut berjalan sukses sehingga dapat menjadi agenda tahunan PGRI Banjarnegara.
Mandiraja Menang Dramatis, Batur Tumbang
Pada pertandingan pertama, PGRI Bawang berhasil mengalahkan Laskar Gunung Petarangan PGRI Batur dengan skor tipis 1-0.
Drama lebih sengit tersaji pada laga kedua yang mempertemukan PGRI Madukara dan PGRI Mandiraja. Mandiraja membuka keunggulan melalui gol cepat pada babak pertama dan mempertahankan skor 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madukara meningkatkan tekanan hingga berhasil menyamakan kedudukan. Namun, kesalahan pemain belakang Madukara berujung gol bunuh diri yang membawa Mandiraja kembali unggul 2-1.
Pertandingan semakin menegangkan ketika Mandiraja menambah gol melalui serangan taktis sehingga skor berubah menjadi 3-1.
Menjelang azan Magrib, Madukara memperkecil ketertinggalan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan. Mandiraja pun menutup laga dengan kemenangan 3-2.(Heni Purwono/Prs)