FISIP Unsoed Dampingi Kotayasa Kembangkan Desa Wisata

Bagikan :

*Program Smart Village

Foto bersama Dekan Fisip[ Unsoed , narasumber, sejumlah dosen dan peserta pelatihan. (Foto: Bayu Rizqi Sutanto/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi masyarakat Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mengembangkan potensi wisata melalui pelatihan promosi digital.

Kegiatan bertema “Tingkatkan Kunjungan Wisata Lewat Strategi Promosi yang Efektif” tersebut digelar di Balai Desa Kotayasa, Selasa (13/10/2026), sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui Program Smart Village Desa Binaan FISIP Unsoed.

Dekan FISIP Unsoed, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., menegaskan, perguruan tinggi harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Melalui program tersebut, Unsoed mendorong kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi lokal demi mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

“Unsoed harus berkarya, berkolaborasi, dan berdampak bagi desa,” ujarnya.

Dekan FISIP Unsoed, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.

Pelatihan ini diikuti 18 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima, paguyuban, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengelola wisata Damar Payung, hingga pelaku usaha penyedia bibit buah. Kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari Kepala Desa Kotayasa, Tarwo. Pelatihan ini dinilai relevan karena Desa Kotayasa tengah mengajukan status sebagai desa wisata.

Program Smart Village Perkuat Potensi Desa
Seluruh dosen FISIP Unsoed yang hadir terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Smart Village Desa Binaan FISIP. Program yang digagas oleh Dr. Agoeng Noegroho, S.Si., M.Si., tersebut menjadi upaya perguruan tinggi dalam mendampingi desa mengembangkan potensi dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

Selain Dekan FISIP Unsoed, kegiatan ini melibatkan Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unsoed, Dr. Tobirin, S.Sos., M.Si.; Dr. Agoeng Noegroho, S.Sos., M.Si.; Caecilia Menzelthe, M.I.Kom.; Drs. Simin, M.Si.; Sendy Noviko, S.Sos., MPA.; serta Bayu Rizqi Sutanto, mahasiswa S-2 Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed angkatan 2025.

Melalui pendampingan tersebut, FISIP Unsoed mendorong masyarakat mengenali, mengemas, dan mempromosikan potensi lokal agar semakin dikenal wisatawan. Pemanfaatan media sosial diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Media Sosial Jadi Kunci Promosi Wisata
Narasumber pelatihan, King Anugrah Wiguna, dosen Ilmu Komunikasi Unsoed, memaparkan strategi mengoptimalkan potensi desa melalui media sosial. Menurutnya, media sosial berperan penting dalam menarik wisatawan karena calon pengunjung umumnya mencari informasi sebelum memutuskan mendatangi suatu destinasi.

Ia mengingatkan masyarakat agar membuat konten yang informatif, menarik, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Setiap unggahan juga perlu dilengkapi keterangan atau caption yang jelas agar calon pengunjung memahami daya tarik wisata yang ditawarkan.

“Konten wisata harus menarik dan sesuai kenyataan,” tegasnya.

King menjelaskan bahwa promosi tidak harus selalu berisi iklan. Masyarakat dapat menyajikan beragam konten tentang keunikan desa, aktivitas warga, potensi alam, produk lokal, hingga pengalaman wisata yang dapat dinikmati pengunjung.

Karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan ialah menggali dan mengenali seluruh potensi Desa Kotayasa. Potensi tersebut kemudian dikemas menjadi konten kreatif yang mampu membangun ketertarikan calon wisatawan.

Promosi Digital untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Kotayasa untuk mengembangkan promosi wisata secara berkelanjutan. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama untuk mengelola potensi desa.

Melalui Program Smart Village Desa Binaan FISIP Unsoed, pendampingan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pengembangan potensi dan penguatan kapasitas masyarakat.

Dengan strategi promosi yang tepat, potensi wisata Desa Kotayasa diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Peningkatan kunjungan wisata selanjutnya diharapkan membuka peluang usaha serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat. (Bayu Rizqi Sutanto/Prs)

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

laras1
Dari Dapur Hotel, Laras Melahirkan Empat Buku
Screenshot 2026-10-14 222250
Gerbang Sekolah dan Wajah Kemanusiaan Pendidikan
FULAD6
Stabil di Angka, Rapuh di Lapangan: Menguji Ketahanan Energi dan Tanggung Jawab Negara di Tengah Tekanan Global
Screenshot 2026-10-14 154924
Banjarnegara Mulai Sertifikasi Naskah Kuno Warisan Leluhur
WhatsApp Image 2026-10-14 at 09.09
FISIP Unsoed Dampingi Kotayasa Kembangkan Desa Wisata