
BANJARNEGARA, EDUKATOR – Ratusan murid bersama orang tua mengikuti lima permainan outbound dalam perayaan Milad ke-26 TKIT Permata Hati Banjarnegara di Pikas Resort, Kutayasa, Madukara, Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan TKIT Permata Hati Banjarnegara ini bertujuan mempererat hubungan orang tua dan anak serta membangun komunikasi dan kerja sama sejak usia dini.
Kepala TKIT Permata Hati Banjarnegara, Hartuti, mengatakan perjalanan selama 26 tahun menjadi momentum bagi lembaga untuk terus berkontribusi dalam mendidik generasi emas. Menurut dia, keberhasilan pendidikan anak membutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga.
“Dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak,” ujar Hartuti.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang memberikan perhatian kepada anak-anak dan bekerja sama dengan sekolah dalam mendampingi proses pendidikan.
Perjalanan Yayasan Terus Berkembang
Sekretaris Yayasan Al Ukhuwah Banjarnegara, Kamsidi, mengenang perjalanan TKIT Permata Hati yang beberapa kali berpindah lokasi sebelum akhirnya menetap di gedung Kalisemi, Sokanandi.
Menurut dia, perkembangan TKIT Permata Hati menjadi bagian dari upaya yayasan memperluas layanan pendidikan. Yayasan kini telah mengembangkan jenjang SD dan SMP serta merencanakan pendirian SMA.
“Dari TKIT, kami terus berkembang hingga jenjang SMP,” kata Kamsidi.
Ia berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar yayasan dapat mengembangkan lembaga pendidikan dan memberikan manfaat lebih luas.
Lima Permainan Pererat Hubungan
Dalam kegiatan yang dipandu fasilitator The Pikas Resort, Herman, murid dan orang tua mengikuti lima permainan kebersamaan. Permainan tersebut dirancang untuk melatih kekompakan, komunikasi, kepercayaan, dan kemampuan memahami arahan.
Permainan pertama berupa jembatan bambu. Orang tua memegang bambu sebagai titian, sedangkan anak berjalan melintasinya dengan berpegangan dan mendapat bantuan orang tua.
Pada permainan kedua, anak-anak menggendongkan diri kepada orang tua yang mengenakan penutup mata berbentuk kerucut. Dengan mengikuti arahan anak, orang tua harus mengambil bola sesuai warna yang ditentukan.
Permainan ketiga mengharuskan anak menutup lubang-lubang paralon, sedangkan orang tua secara bergantian mengisinya dengan air. Suasana menjadi meriah ketika beberapa anak justru asyik mencuci tangan menggunakan air yang keluar dari paralon.
Keceriaan berlanjut melalui permainan estafet bola yang menuntut kekompakan orang tua dan anak. Pada permainan terakhir, anak-anak mencocokkan kartu bergambar binatang untuk menguji pemahaman mereka terhadap perintah orang tua.
Komunikasi Jadi Bekal Masa Depan
Herman menjelaskan, rangkaian permainan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membangun kedekatan emosional atau bonding antara orang tua dan anak.
“Kami mengajak orang tua dan anak bekerja sama serta berkomunikasi,” ujarnya.
Menurut dia, komunikasi yang baik dan intensif perlu dibiasakan sejak dini. Kedekatan tersebut membantu anak belajar memahami arahan, mengungkapkan keinginan, dan bekerja sama dengan orang lain.
Melalui perayaan Milad ke-26 ini, TKIT Permata Hati Banjarnegara berharap hubungan antara sekolah dan keluarga semakin erat dalam mendampingi tumbuh kembang anak.(Heni Purwono/Prs)