Faiz dari SMPN 17 Semarang Juara 1 Festival Dalang Remaja 2026

Bagikan :

*Tampil Memukau di TBRS

SEMARANG, EDUKATOR –Muhamad Faiz Dwi Prasetya, murid kelas IX SMP Negeri 17 Semarang, meraih Juara 1 Festival Dalang Remaja 2026 setelah menunjukkan kemampuan mendalang terbaiknya di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Selasa (20/10/2026).

Tukijo S.Pd M.Pd selaku Guru Bahasa Jawa sekaligus pendamping Faiz–demikian ia biasa dipanggil–mengapresiasi keberhasilan tersebut. “Saya berharap prestasi itu memotivasi murid lainnya untuk mengembangkan bakat sekaligus melestarikan seni pedalangan sebagai bagian dari budaya Jawa,” ujar Tukijo kepada EDUKATOR.

Wadah Regenerasi Pelestari Seni Wayang
Festival yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang tersebut dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang, Dr. Indriyasari, S.E., M.A.P. Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap generasi muda yang berdedikasi melestarikan budaya Jawa, khususnya seni wayang.

Ajang ini dirancang sebagai wadah untuk menjaring bibit-bibit baru dalang sekaligus mendorong regenerasi pelestari budaya tradisional. Melalui kompetisi tersebut, generasi muda diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan mengembangkan seni pedalangan.

Penilaian dilakukan dewan juri yang terdiri atas praktisi seni dan pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi). Setiap peserta mendapat waktu tampil selama 40 menit untuk menunjukkan kemampuan mendalang di hadapan juri.

Kompetisi tersebut menetapkan tiga nominasi terbaik untuk kategori anak dan tiga nominasi untuk kategori remaja. Faiz berhasil melewati tahap penyisihan, masuk tiga besar, hingga akhirnya meraih posisi tertinggi pada kategori remaja.

Ketekunan Berlatih Berbuah Prestasi
Keberhasilan Faiz tidak terlepas dari ketekunannya berlatih di Sanggar Sindu Laras. Konsistensinya mengasah keterampilan mendalang menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan pada festival tingkat Kota Semarang tersebut.

Atas prestasinya, Faiz berhak membawa pulang piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan. Capaian ini sekaligus menambah daftar prestasi murid SMP Negeri 17 Semarang dalam bidang seni dan budaya.

Kepala SMP Negeri 17 Semarang, Yustina Kusumawati, S.Pd., M.Pd., hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada Faiz. Ia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan anak didiknya tersebut.

“Alhamdulillah, kali ini Faiz berhasil menjadi juara,” tutur Yustina.

Menurutnya, sekolah berkomitmen mendukung pengembangan bakat dan potensi murid. Berbagai persiapan dan dukungan telah dilakukan jauh sebelum perlombaan berlangsung agar Faiz dapat mengikuti kompetisi dengan optimal.

Kembali Harumkan Nama Sekolah
Tukijo juga menilai keberhasilan Faiz menunjukkan pentingnya ketekunan berlatih dan pendampingan dalam mengembangkan bakat murid. Prestasi ini bukan kali pertama diraih Faiz di tingkat Kota Semarang.

Sebelumnya, Faiz berhasil meraih Juara 3 Dagel Ijen Tingkat Kota Semarang. Capaian tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mengikuti kompetisi seni dan mengharumkan nama sekolah.

Tukijo berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni seni pedalangan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Jawa.

Keberhasilan Faiz menjadi Juara 1 Festival Dalang Remaja 2026 membuktikan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di kalangan generasi muda. Dukungan sekolah, pendampingan guru, dan ketekunan berlatih menjadi unsur penting dalam menumbuhkan prestasi sekaligus menjaga keberlanjutan seni wayang.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-20 at 17.07
Faiz dari SMPN 17 Semarang Juara 1 Festival Dalang Remaja 2026
Screenshot 2026-10-20 043007
Revitalisasi Nalar Literasi: Pekerjaan Besar di Balik Gedung Sekolah
bangun11
Ayo Belajar Koding Tanpa Komputer dan Internet
WhatsApp Image 2026-10-19 at 14.50
Peringati Bulan Bahasa, Perpustakaan Pelita SMPN 1 Poncowarno Gelar Lomba Literasi
WISUDA STIKOM 2026-12
STIKOM Yos Sudarso Wisuda 87 Lulusan, Tiga Raih Gelar Tanpa Skripsi