
Sarapan Bersama (SABER) dengan alas daun pisang menjadi salah satu kegiatan dalam rangka Hari Santri di SMPN 3 Satap Rembang, Purbalingga.
PURBALINGGA, EDUKATOR – Semangat mencintai Al-Qur’an dan membangun generasi berakhlak mulia mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diisi dengan apel pagi, semakan Al-Qur’an, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Al-Qur’an, serta Sarapan Bersama (SABER) untuk memperkuat karakter religius dan kebersamaan warga sekolah.
Kepala SMPN 3 Satap Rembang, Jais Mudin, S.Pd
Kepala SMPN 3 Satap Rembang, Jais Mudin, S.Pd., mengatakan peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk menanamkan nilai keislaman sekaligus memperkuat pendidikan karakter murid.
“Semangat santri harus menginspirasi seluruh murid,” ujarnya yang didampingi Ketua panitia, Siti Fahmi Murnantari, S.Pd.
Meneladani Perjuangan Santri dan Ulama
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini mengajak seluruh warga sekolah mengenang perjuangan santri dan ulama dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta berkontribusi membangun bangsa.
Semangat santri diharapkan tidak hanya terlihat melalui pakaian atau kegiatan seremonial. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain melalui sikap santun, kejujuran, kedisiplinan, semangat belajar, dan penghormatan kepada sesama.
Suasana religius berlanjut melalui semakan Al-Qur’an. Kegiatan ini bertujuan membiasakan murid berinteraksi dengan kitab suci sekaligus memahami pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Melalui pembiasaan tersebut, sekolah berharap murid tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat dan berakhlak mulia.
LCC Al-Qur’an Bangun Semangat Belajar
Semarak Hari Santri semakin terasa melalui Lomba Cerdas Cermat Al-Qur’an. Perlombaan ini menjadi sarana bagi murid untuk menguji pengetahuan keislaman, melatih konsentrasi dan keberanian, serta membangun semangat berkompetisi secara sehat.
Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang menyenangkan. Murid didorong untuk terus memperluas wawasan keagamaan dan meningkatkan kecintaan terhadap ilmu agama.
Jais Mudin menegaskan, semangat santri tidak terbatas pada mereka yang belajar di pesantren. Setiap orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta bermanfaat bagi sesama juga dapat meneladani nilai-nilai kesantrian.
“Kami ingin murid tumbuh religius, berkarakter, dan berprestasi,” katanya.
SABER Pererat Kebersamaan Warga Sekolah
Rangkaian peringatan ditutup dengan tasyakuran melalui kegiatan Sarapan Bersama (SABER). Dalam suasana akrab, warga sekolah menikmati sarapan sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT.
Kegiatan sederhana ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, kepedulian, dan kesediaan berbagi. Kebahagiaan, menurut semangat kegiatan tersebut, tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang mewah, tetapi dapat tumbuh dari kebersamaan dan hubungan yang harmonis. (Iko/Prs)