*Survei di Kebumen dan Purworejo Berlangsung Oktober–Desember 2026

Pejabat Pembuat Komitmen Kementrian Kelautan Perikanan Lili Sambodo SHut. M.Si (kiri) bersama Ketua Jurusan Perikanan FPIK Unsoed, Dr. Taufik Budhi Pramono, S.Pi., M.Si.(Dok. Pribadi/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan survei, verifikasi, dan penilaian terhadap 22 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kebumen dan Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 ini melibatkan tim FPIK Unsoed dan tenaga penilai lapangan untuk memastikan pengumpulan serta pengolahan data sesuai kebutuhan program.
Ketua Jurusan Perikanan FPIK Unsoed, Dr. Taufik Budhi Pramono, S.Pi., M.Si., mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam program tersebut merupakan kesempatan untuk menerapkan keahlian akademik dalam mendukung pembangunan masyarakat pesisir.
“Penilaian harus berbasis data dan kajian ilmiah,” ujarnya di kampus FPIK Unsoed, Selasa (27/10/2026).
Kerja sama FPIK Unsoed dengan KKP ditandai dengan penandatanganan kontrak pada Kamis (22/10/2026) di kantor KKP. Dalam kemitraan tersebut, FPIK Unsoed bertugas melaksanakan survei, verifikasi, dan penilaian terhadap 22 calon lokasi KNMP yang terdiri atas 11 desa di Kabupaten Kebumen dan 11 desa di Kabupaten Purworejo.
Penilaian Mencakup 22 Desa
Di Kabupaten Kebumen, penilaian dilakukan di 11 desa yang tersebar di enam kecamatan. Desa-desa tersebut meliputi Argopeni, Ayah, dan Karangduwur di Kecamatan Ayah; Ayamputih di Kecamatan Buluspesantren; Jogosimo dan Tanggulangin di Kecamatan Klirong; Rowo, Tlogopragoto, dan Wiromartan di Kecamatan Mirit; Tegalretno di Kecamatan Petanahan; serta Tambakmulyo di Kecamatan Puring.
Di Kabupaten Purworejo, penilaian menyasar 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Grabag, lokasi yang dinilai meliputi Harjobinangun, Kertojayan, Ketawangrejo, Munggangsari, dan Patutrejo. Di Kecamatan Ngombol, penilaian mencakup Girirejo, Keburuhan, Ngentak, dan Pagak. Adapun di Kecamatan Purwodadi, lokasi yang dinilai adalah Jatikontal dan Jatimalang.
Survei dan penilaian tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi setiap calon lokasi. Aspek yang dikaji meliputi kondisi wilayah saat ini, potensi sumber daya perikanan, kesiapan infrastruktur, kondisi sosial ekonomi, serta kelembagaan masyarakat.
Hasil penilaian akan menjadi bahan pertimbangan bagi KKP dalam menentukan kelayakan dan prioritas pengembangan KNMP. Proses tersebut dilaksanakan secara sistematis dengan mengutamakan objektivitas, akurasi data, dan pendekatan ilmiah agar rekomendasi yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.
Mendukung Pembangunan Kawasan Pesisir
Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi masyarakat nelayan melalui pengembangan kawasan perikanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kemitraan tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pembangunan nasional. Melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keahlian akademik, FPIK Unsoed diharapkan dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan pengembangan wilayah pesisir yang tepat sasaran.
Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan kawasan perikanan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Kebumen dan Purworejo. (Prasetiyo)