*Kategori Pendidikan: Inovasi Pendidikan Berbasis Potensi Desa Karangjengkol

PURBALINGGA, EDUKATOR – Griya Petualang Indonesia dari Dusun Pakejen, Desa Karangjengkol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berhasil meraih Juara 1 Kategori Pendidikan dalam ajang 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2026. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Purbalingga sekaligus membuktikan bahwa inovasi pendidikan berbasis potensi lokal mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Program yang memanfaatkan kekayaan alam, budaya, serta peran petani dan perajin sebagai sumber pembelajaran tersebut telah menjangkau lebih dari 5.000 peserta pelatihan. Setiap tahun, Griya Petualang Indonesia juga melayani 500 murid dari lebih dari 10 sekolah melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pendidikan dengan kehidupan masyarakat desa.
Penghargaan tersebut diberikan oleh PT Astra International Tbk dalam acara di Catur Dharma Hall, Menara Astra Sudirman, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan yang sama, Astra meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial untuk menyambut hari ulang tahun ke-70 perusahaan pada 20 Februari 2027.
Presiden Direktur Astra, Rudy, berharap berbagai inisiatif inspiratif yang mendapat apresiasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Rudy.

Peserta SATU Indonesia Awards Meningkat
Antusiasme generasi muda dalam berkontribusi bagi bangsa terlihat dari jumlah peserta SATU Indonesia Awards 2026 yang mencapai 19.155 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 17.708 peserta.
Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi dewan juri, sebanyak 10 finalis melaju ke tahap akhir untuk dipilih menjadi lima penerima apresiasi kategori umum. Masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan finalis favorit melalui pemungutan suara daring di situs astra.co.id pada 16–26 Oktober 2026.
Pada bidang kesehatan, apresiasi diberikan kepada dr. Andi Rizki Tenryayu dari Bone, Sulawesi Selatan, melalui program Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!). Program ini menggunakan profil elektronik setiap anak untuk menentukan penanganan sesuai kebutuhan, mulai dari perbaikan gizi dan tindakan medis hingga sanitasi lingkungan.
Bersama bidan desa dan kader Posyandu, program tersebut telah menjangkau 982 balita di 10 desa. Hasilnya, jumlah anak stunting turun 45 persen, sedangkan anak yang berisiko mengalami stunting berkurang 60 persen.
Di bidang pendidikan, Griya Petualang Indonesia dari Purbalingga menjadi salah satu inisiatif yang menonjol melalui pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran. Program ini menjadikan alam, budaya, petani, dan perajin sebagai bagian dari proses pendidikan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat desa.
Pada bidang lingkungan, Astra mengapresiasi Ahmad Fahrezi dari Jawa Tengah melalui inisiatif Gumregah Nata Bumi. Ia mengolah limbah sayuran dari Pasar Cepogo, Boyolali, menjadi pupuk bernilai ekonomi dengan pendekatan bioteknologi.
Setiap hari, sekitar dua ton limbah pasar diolah menjadi pupuk yang dimanfaatkan petani di enam kabupaten. Inisiatif ini membantu meningkatkan bobot panen hingga 40 persen sekaligus mengurangi tumpukan sampah lebih dari 50 persen.
Sementara itu, pada bidang kewirausahaan, apresiasi diberikan kepada Afif Alfianto dari Kebumen, Jawa Tengah. Melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari, ia memberdayakan perempuan Desa Karangduwur untuk mengolah biji tamanu menjadi minyak bahan kosmetik tanpa menebang pohonnya.
Produksi sekitar 30 kilogram biji tamanu per bulan tersebut mampu menambah pendapatan hingga 40 persen per bulan dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan desa.
Di bidang teknologi, Astra mengapresiasi Feri Ramanda dari Medan, Sumatra Utara, melalui Farmloka, sistem peternakan modern berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut memungkinkan peternak memantau kondisi kandang secara langsung melalui aplikasi seluler, mengantisipasi gangguan, serta mengelola produksi berdasarkan data.
Farmloka kini digunakan sekitar 824 peternak dan membantu meningkatkan hasil panen hingga 93 persen.
Empat Desa Raih Apresiasi Desa Sejahtera Astra
Selain kategori umum, Astra memberikan apresiasi kepada empat Desa Sejahtera Astra yang dinilai berhasil menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Kategori ini menjaring 265 pendaftar dari 17 provinsi di Indonesia.
Salah satu penerima apresiasi adalah Desa Sejahtera Astra Sukaluyu, Karawang, Jawa Barat, melalui program Oase dalam Transformasi Kesehatan Siklus Hidup. Program tersebut mengintegrasikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, remaja, pasangan usia subur, hingga lanjut usia melalui delapan program aktif Posyandu.
Desa Sejahtera Astra Karangjengkol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, juga mendapat apresiasi melalui Griya Petualang Indonesia. Program ini mengembangkan potensi desa sebagai ruang belajar berbasis pengalaman dengan memanfaatkan alam, budaya, petani, dan perajin sebagai pendidik. Kegiatan tersebut telah menjangkau lebih dari 5.000 peserta pelatihan dan melayani 500 murid dari lebih dari 10 sekolah setiap tahun.
Desa Sejahtera Astra Purwodadi, Malang, Jawa Timur, menerima apresiasi melalui Program Laut Lestari, Masa Depan Berseri. Program ini mengajak masyarakat pesisir Lenggoksono menjaga ekosistem laut melalui pengawasan aktivitas penangkapan ikan, pembangunan rumah ikan, dan transplantasi terumbu karang.
Penerima lainnya adalah Desa Sejahtera Astra Tanjuang Bonai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Desa ini mengembangkan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir melalui Koperasi Ragam Kopi Nusantara, dengan mengonsolidasikan petani lintas nagari menggunakan pendekatan agroforestri dan nilai kekeluargaan Minangkabau.
Para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2026 dan Desa Sejahtera Astra berhak memperoleh dana pembinaan sebesar Rp65 juta serta kesempatan mengikuti program pembinaan dan pengembangan bersama Astra untuk memperluas dampak inisiatif masing-masing.
Astra Targetkan 700 Desa Sejahtera Astra
Dalam rangka menyambut usia ke-70, Astra meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial yang menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra di tujuh pulau di Indonesia.
Program tersebut mencakup revitalisasi 700 Posyandu, pemberian manfaat kepada 7.000 murid melalui revitalisasi sekolah, serta menjangkau 7.000 keluarga melalui revitalisasi bank sampah. Astra juga menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra mampu menembus pasar global.
Komitmen tersebut diperkuat melalui program sukarela Insan Astra Berbagi. Kegiatannya meliputi donasi 70.000 buku, penyelenggaraan 70.000 jam pelatihan mengenai literasi keuangan, keselamatan berkendara, keterampilan digital, dan kepemimpinan, serta 7.000 jam kegiatan Insan Astra Membangun untuk revitalisasi Posyandu dan sekolah.
Executive in Charge Astra sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 Astra, Boy Gemino Kalauserang, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperluas manfaat program sosial.
“Kami ingin terus mendorong kolaborasi dan dampak berkelanjutan,” ujar Boy.
Astra menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Hingga saat ini, sedikitnya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif sosial Astra. Program Desa Sejahtera Astra juga telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi di Indonesia.
Perjalanan menuju usia ke-70 pada 20 Februari 2027 tersebut mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”. Astra berharap berbagai programnya dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan mewujudkan cita-cita sejahtera bersama bangsa.(Prasetiyo)