*Melaju ke Semifinal

BANJARNEGARA, EDUKATOR –Dua gol yang dicetak Angga membawa PGRI Pejawaran menjadi tim pertama yang memastikan tiket semifinal Trofeo PGRI Banjarnegara 2026. Gol penentu melalui tendangan bebas pada menit-menit akhir mengantarkan Pejawaran menundukkan PGRI Sigaluh dengan skor 2-1 di Stadion Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Jumat (30/10/2026).
Di tengah persaingan turnamen, Ketua Bidang Olahraga PGRI Banjarnegara, Hafid Surya Mukti, mengingatkan seluruh tim agar menjaga kedisiplinan dan mematuhi aturan penggunaan pemain.
Ia menegaskan, turnamen dalam rangka HUT ke 81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026 ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan.
Gol Penentu Lewat Tendangan Bebas
Angga membuka keunggulan PGRI Pejawaran pada menit ke-35. Namun, PGRI Sigaluh berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Arif pada menit ke-41.
Setelah skor imbang, kedua tim saling melancarkan serangan. PGRI Sigaluh bahkan memperoleh sejumlah peluang emas di depan gawang Pejawaran. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Angga kembali mencatatkan namanya di papan skor. Melalui tendangan bebas terarah dari sisi kanan luar kotak penalti, ia berhasil menjebol gawang PGRI Sigaluh dan memastikan kemenangan 2-1 bagi Pejawaran.
Hasil itu menjadikan PGRI Pejawaran sebagai tim pertama yang lolos ke semifinal. Pejawaran sekaligus menjadi satu-satunya wakil dari wilayah Banjarnegara Atas (Baratas) yang bertahan di babak empat besar.
Punggelan Singkirkan Pandanarum
Pada pertandingan kedua babak delapan besar, PGRI Pandanarum harus mengakhiri langkahnya setelah kalah tipis 0-1 dari PGRI Punggelan. Gol tunggal kemenangan Punggelan dicetak Sunadyo pada menit ke-42.
Dengan hasil tersebut, PGRI Punggelan akan menghadapi PGRI Pejawaran pada semifinal pekan depan. Pertemuan kedua tim diperkirakan berlangsung ketat karena sama-sama berambisi melangkah ke partai final.
Hafid Tegaskan Aturan Penggunaan Pemain
Hafid menjelaskan, berdasarkan kesepakatan seluruh Ketua Cabang PGRI se-Kabupaten Banjarnegara, Trofeo PGRI 2026 hanya boleh diikuti guru dan tenaga kependidikan yang memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP). Ketentuan tersebut berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), maupun PPPK paruh waktu.
Ppembatasan peserta tersebut bukan bentuk diskriminasi, melainkan upaya menjaga profesionalisme. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan menunjukkan sikap disiplin, baik di sekolah, lingkungan masyarakat, maupun di lapangan sepak bola,” tegasnya.
Tidak Melakukan Tindakan Kasar
Hafid juga mengingatkan agar pemain tidak melakukan tindakan kasar, keributan, kekerasan, maupun kerusuhan selama pertandingan. Jika terjadi pelanggaran, penindakan tidak hanya menjadi kewenangan wasit sebagai pengadil di lapangan. Pemain yang berstatus pegawai dengan NIP juga dapat memperoleh pembinaan dari Badan Kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Hafid, Trofeo PGRI Banjarnegara berpeluang menjadi proyek percontohan penyelenggaraan turnamen sepak bola antarguru dan tenaga kependidikan, baik di Jawa Tengah maupun daerah lain di Indonesia.
Ia berharap seluruh tim menjaga sportivitas dan nama baik organisasi. Dengan demikian, turnamen tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga mempererat persaudaraan dan solidaritas antaranggota PGRI. (Heni Purwono/Prs)