1.191 Lulusan UMBY Diwisuda, Ditantang Adaptif Hadapi Era AI

Bagikan :

YOGYAKARTA, EDUKATOR – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mewisuda 1.191 lulusan pada Wisuda Sarjana ke-53 dan Pascasarjana ke-28 Tahun Akademik 2025/2026. Para lulusan diminta mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan/Artificial Inteligence (AI), otomatisasi, dan transformasi digital. Wisuda digelar melalui sidang senat terbuka di Grand Pacific Hall, Jalan Magelang, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026).

Rektor UMBY, Dr. Agus Slamet, mengatakan para lulusan perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar menjadi pengguna. “Jangan menerima setiap jawaban teknologi tanpa dicek kebenarannya,” pesannya kepada para wisudawan.

Total Alumni 26.496 Orang
Dari 1.191 wisudawan tersebut, sebanyak 1.165 merupakan lulusan program sarjana (S-1) dan 26 lulusan program magister (S-2). Dengan tambahan lulusan periode ini, UMBY telah mempersembahkan 26.496 lulusan bagi bangsa Indonesia sejak berdiri sebagai Universitas Wangsa Manggala.

Agus menyebut jumlah lulusan tersebut merupakan wujud tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan harapan pendiri UMBY, almarhum HR Probosoetedjo, melalui semangat Angudi Mulyaning Bangsa atau berupaya memajukan bangsa.

Wisuda tersebut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Dewan Pembina, pengurus dan pengawas Yayasan Wangsamanggala, jajaran senat dan pimpinan UMBY, pimpinan bank mitra, serta orang tua dan wali wisudawan.

Lulusan Ditantang Adaptif Menghadapi Era AI
Agus menjelaskan, perkembangan AI, otomatisasi, transformasi digital, dan peralihan menuju ekonomi hijau (green economy) telah mengubah cara perusahaan bekerja serta keterampilan yang dibutuhkan. Laporan Future of Jobs 2026 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan utama pekerjaan akan berubah hingga 2030.

Keterampilan kecerdasan buatan, analisis data, keamanan siber, dan literasi teknologi semakin dibutuhkan di berbagai sektor. Meski AI berpotensi mengubah sejumlah pekerjaan, teknologi tersebut juga membuka peluang baru bagi lulusan perguruan tinggi.

Menurut Agus, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat riset, mengembangkan layanan kesehatan dan pendidikan, serta meningkatkan efisiensi pertanian dan industri. Teknologi ini juga membuka profesi baru di bidang data, keamanan siber, rekayasa teknik, desain layanan, dan tata kelola teknologi.

Ia mencontohkan, lulusan psikologi dapat berperan dalam pengembangan teknologi yang berpusat pada manusia. Lulusan ekonomi dapat mengembangkan analisis bisnis berbasis data, sedangkan lulusan komunikasi dapat mengelola strategi komunikasi digital.

Adapun lulusan agroindustri dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Lulusan informatika dan sistem informasi juga berpeluang membangun solusi digital sesuai kebutuhan masyarakat.

Agus menambahkan, Indonesia sedang menyiapkan peta jalan pengembangan AI nasional dan membutuhkan jutaan talenta digital dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan melalui upskilling, reskilling, dan cross-skilling agar tenaga kerja mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan baru.

Karena itu, ia berharap para lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menghasilkan inovasi, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

UMBY Siapkan Pengembangan Program Pascasarjana
UMBY, lanjut Agus, terus meningkatkan kualitas pendidikan agar sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Perguruan tinggi tersebut juga merencanakan pembukaan Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Komunikasi dan Multimedia, serta Program Doktor Psikologi.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya UMBY mencapai visi sebagai perguruan tinggi unggul bereputasi internasional dalam pengembangan kewirausahaan sosial yang transformatif demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Agus menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra, panitia, sivitas akademika UMBY, serta berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan wisuda.

Wisudawan Ingat Perjuangan Menempuh Pendidikan
Perwakilan wisudawan, Balista Firnanda Munaahati dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri, menyampaikan bahwa kelulusan merupakan hasil perjuangan panjang. Selama kuliah, para mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyelesaikan tugas, laporan praktikum, hingga skripsi. Sebagian mahasiswa juga harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.

“Ada malam-malam ketika kita harus menyelesaikan tugas, laporan praktikum,” ungkap Balista.

Ia menegaskan, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak lepas dari dukungan keluarga, doa, dan pengorbanan banyak pihak. Menurutnya, kelulusan bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, mengingatkan para lulusan agar terus belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia juga meminta mereka menjaga integritas dan nama baik almamater.

“Jaga integritas diri dan nama baik almamater,” pesannya kepada para wisudawan.(Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-11-01 at 06.00
PGRI Banjarnegara dan Purwareja Klampok Menyusul Lolos Semi Final Trofeo
FULAD6
Israel di Persimpangan Sejarah: Pergantian Pemimpin, Perang Iran, dan Ujian Legitimasi Dunia
WhatsApp Image 2026-10-31 at 13.48
Yuk, Ikuti Undangan Menulis Antologi Penulis Perempuan Purbalingga
WhatsApp Image 2026-10-31 at 15.43
Lansia di Sekolah Lansia Terpadu Firdaus Belajar Olah Lidah Buaya Jadi Minuman Sehat
WhatsApp Image 2026-10-31 at 10.52
Tiga Pasangan Bersaing dalam Pilketos di SMPN 3 Satap Rembang