
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
*MBG Tak Pangkas Dana Pendidikan
SURABAYA, EDUKATOR–Pemerintah memastikan anggaran pendidikan tahun 2026 tetap meningkat dan tidak dipangkas untuk mendanai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam APBN 2026, telah dialokasikan lebih dari Rp14 triliun untuk revitalisasi lebih dari 11.000 satuan pendidikan, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah melalui pengajuan Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
“Tidak ada pengurangan dana untuk peningkatan kualitas pendidikan. Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, Jumat (20/2/2026), yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Rapat itu juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hidayana; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; serta kepala daerah di Provinsi Jawa Timu
Sebagai perbandingan, pada 2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperoleh Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan. Untuk 2026, pemerintah menargetkan perluasan revitalisasi hingga sekitar 71.000 satuan pendidikan apabila tambahan anggaran disetujui.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat dukungan anggaran pendidikan agar program prioritas tetap berjalan beriringan.
Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperluas program digitalisasi pembelajaran. Pada 2026, Kemendikdasmen akan mendistribusikan Interaktif Flat Panel (IFP) ke lebih dari 325.000 satuan pendidikan untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara itu, progres revitalisasi sebelumnya menunjukkan capaian signifikan, dengan 93 persen satuan pendidikan telah rampung 100 persen pembangunannya.
43 Juta Murid Sudah Terima MBG
Berdasarkan data per 18 Februari 2026, sebanyak 280.023 satuan pendidikan dengan 43,17 juta peserta didik telah menerima manfaat MBG.
“Kalau kita lihat sekarang, satuan pendidikan yang menerima manfaat MBG sudah mencapai ratusan ribu, dan murid penerima manfaatnya lebih dari 43 juta. Ini menunjukkan bahwa MBG memiliki pengaruh yang sangat positif dan nyata,” kata Mu’ti.
Bagian dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Mu’ti menegaskan, MBG merupakan bagian dari program Kemendikdasmen bertajuk Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam pembiasaan makan bergizi sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah membangun dan merehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan serta 6.686 ruang UKS di 6.686 satuan pendidikan sebagai bagian dari penguatan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Toilet, ruang UKS, dan sarana pendukung lainnya menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program MBG,” ujarnya.
Tunjangan Guru Tetap Terjamin
Anggaran pendidikan 2026 juga dialokasikan untuk pembayaran tunjangan guru, termasuk guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pemerintah memastikan hak guru tetap dipenuhi sesuai pengajuan kepada Presiden.
Dengan alokasi anggaran revitalisasi, digitalisasi, kesejahteraan guru, serta cakupan MBG yang telah menjangkau lebih dari 43 juta murid, pemerintah menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam APBN 2026. (*/Prasetiyo)