
Lemkari : Lembaga Karate do Indonesia
JEPARA, EDUKATOR–Drs. Aris Hidayanto, M.Si. kembali dipercaya memimpin Pengurus Cabang (Pengcab) Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Jepara periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Lemkari Jepara yang digelar di SMP Negeri 5 Jepara, Minggu (18/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengurus periode 2021–2025, anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH), utusan ranting, dan perwakilan dojo, termasuk Dojo Singaragas.
Muscab tersebut dihadiri Moch Gufron, Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, yang mewakili Ketua Pengprov Lemkari Jawa Tengah Kompol Willy Budiyanto.
Waketum I Bidang Keorganisasian Pengprov Lemkari Jateng Moch Gufron menyerahkan pataka Lemkari keoada Ketua Terpilih Aris Hidayanto
Aris Siapkan Kepengurusan dengan Dominasi Generasi Muda
Setelah terpilih, Aris menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Bersama empat anggota tim formatur, ia akan segera menyusun kepengurusan baru agar roda organisasi berjalan optimal.
Aris juga menegaskan komitmennya untuk memberi ruang lebih besar kepada generasi muda dalam kepengurusan mendatang. Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mendorong kemajuan Lemkari Jepara.
“Generasi muda akan dominan dalam kepengurusan ini,” tegasnya.

Ratusan Karateka Ikuti Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat
Sebelum Muscab digelar, pada pagi hari di tempat yang sama, Lemkari Jepara menyelenggarakan gashuku atau latihan bersama serta ujian kenaikan tingkat. Sebanyak 227 karateka, mulai dari sabuk putih hingga cokelat, mengikuti kegiatan tersebut.
Dari jumlah itu, 45 karateka mengikuti ujian kenaikan tingkat atau ujian kenaikan kyu. Peserta terdiri atas empat karateka sabuk ungu, dua sabuk biru tua, lima sabuk hijau, sembilan sabuk oranye, 18 sabuk kuning, dan tujuh sabuk putih.
Seluruh 45 peserta dinyatakan lulus dan berhak naik tingkat sesuai hasil ujian.
Dojo Singaragas Loloskan Tujuh Karateka
Di antara peserta yang lulus, terdapat tujuh karateka sabuk putih dari Dojo Singaragas, Clering, Kecamatan Donorojo. Dojo ini merupakan salah satu dojo termuda sekaligus terjauh dari pusat Kabupaten Jepara, dengan jarak sekitar 54 kilometer.
Kegiatan latihan Dojo Singaragas bermarkas di rumah Ali Mahmudi, mantan petinggi desa setempat. Keberhasilan tujuh karateka tersebut menjadi capaian tersendiri bagi dojo yang berada jauh dari pusat kabupaten.
Dengan kelulusan itu, ketujuh karateka berhak mengenakan sabuk kuning sebagai tanda kenaikan tingkat. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan karate dapat berkembang hingga wilayah yang jauh dari pusat kota. (Arif Mujiyono/Prs)