Awali Hari, MIM Kebutuh Rutinkan BTQ Setiap Pagi

Bagikan :

*Selama Satu Jam, 06.00-7.00 WIB

PURBALINGGA, EDUKATOR–Awali hari dengan ayat suci Al-Qur’an, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kebutuh, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, merutinkan pembiasaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) setiap pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, lantunan ayat suci sudah menggema di lingkungan madrasah sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai.

Program Unggulan 
Program BTQ pagi menjadi kegiatan unggulan madrasah yang dilaksanakan rutin setiap hari selama satu jam, mulai jam  06.00 hingga 07.00 WIB. Pembiasaan tersebut diikuti seluruh murid dengan pendampingan guru dan asatidz, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Kepala MIM Kebutuh, Khabib Khamaludin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan, pembiasaan BTQ dirancang untuk membentuk karakter religius dan disiplin siswa.

“Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki bekal agama yang kuat. Pukul 06.00 pagi merupakan golden time untuk menghafal dan mempelajari Al-Qur’an, karena pikiran anak-anak masih segar,” ujarnya di MIM Kebutuh, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Selasa (13/1/2026).

Fokus pada Tahsin dan Tahfidz
Dalam pelaksanaannya, siswa dikelompokkan sesuai kemampuan membaca, mulai dari tingkat Iqra hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur’an. Materi BTQ tidak hanya membaca, tetapi juga fokus pada tahsin untuk memperbaiki bacaan sesuai tajwid, tahfidz melalui setoran hafalan surat-surat pendek Juz 30 dan surat pilihan, serta kitabah berupa latihan menulis huruf hijaiyah.

Metode Pembelajaran Variatif
Para guru menggunakan metode pembelajaran yang variatif, mulai dari membaca bersama secara klasikal hingga metode sorogan untuk menyimak bacaan siswa secara individual. Pendekatan ini dilakukan agar siswa tetap fokus dan tidak mudah jenuh.

Wali Murid Sambut Positif
Program BTQ pagi yang diasuh oleh Ibu Hj. Khotimah dan Ibu Kus tersebut mendapat sambutan positif dari wali murid. Banyak orang tua menilai program ini membantu membiasakan anak bangun lebih pagi dan meningkatkan kemampuan mengaji.

“Awalnya memang berat harus berangkat jam enam pagi, tapi lama-lama anak saya terbiasa. Sekarang bacaan ngajinya lebih lancar, kami sebagai orang tua sangat mendukung,” ungkap salah satu wali murid kelas 3.

Melalui pembiasaan BTQ pagi, MIM Kebutuh berharap mampu mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, unggul dalam prestasi, serta siap menyongsong masa depan di wilayah Bukateja dan sekitarnya.(Tim Hums MIM Kebutuh/Prs)

BERITA TERKINI

pameran1
Pelukis Cipto Pratomo Gelar Pameran Tunggal "Panorama Alam"
ngaji1
IJTI Gelar Ngaji Jurnalistik, Tekakan Pentingnya Etika AI
dosen feb
Dosen FEB UMP Dr.Erna Handayani Pimpin Riset RISPRO LPDP 2025
ft unsoed2
BNN Purbalingga–Fakultas Teknik Unsoed Tandatangani PKS
bnn2
21.748 Murid Terima Edukasi P4GN BNN Purbalingga