
PURWOKERTO, EDUKATOR–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen kuatnya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Tidak sekadar menyalurkan modal usaha, Baznas juga melakukan pendampingan intensif agar para mustahik mampu bertransformasi menjadi muzakki.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji, dalam kegiatan Sosialisasi ZIS, Pembekalan, dan Pendistribusian Modal Usaha Mustahik Produktif Tahap II Tahun 2025 di Aston Purwokerto Hotel & Convention Center, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Ketua Baznas Banyumas Khasanatul Mufidah, serta para tamu undangan dan penerima manfaat.
Pendampingan dan Literasi Keuangan Jadi Kunci
Darodji menjelaskan, perlindungan ekonomi keluarga menjadi perhatian utama, terutama agar masyarakat tidak terjerat pinjaman online berbunga tinggi. Bantuan modal, kata dia, harus menjadi solusi untuk keluar dari persoalan ekonomi, bukan menambah beban baru.
“Utang yang terus menumpuk akibat bunga yang berlipat ganda dapat menghambat perkembangan usaha dan justru memperburuk kondisi ekonomi keluarga. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya modal usaha,” tegas Darodji.
Selain modal usaha, Baznas juga memberikan pembekalan tentang edukasi dasar mengenai manajemen keuangan yang sehat.
Materi pembekalan mencakup pemisahan aset usaha dari kebutuhan rumah tangga , serta larangan mencampur uang usaha dengan uang pribadi agar modal tidak terpakai untuk konsumsi harian.
Selain itu, peserta juga diarahkan untuk melakukan evaluasi usaha secara berkala guna mengetahui keuntungan riil yang diperoleh dalam satu tahun.
Setelah memahami dan menerapkan materi itu, diharapakn penerima modal berhasil dalam usahanya.
“Keberhasilan ini bukan sekadar tentang nominal uang, melainkan tentang bagaimana penerima manfaat memiliki mentalitas untuk terus berkembang hingga akhirnya mampu berbagi kembali kepada sesama,” ujar Darodji.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Baznas secara resmi menyerahkan bantuan modal usaha kepada para penerima manfaat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bantuan tersebut bukan sekadar nominal dana, melainkan wujud kepercayaan dan dorongan semangat agar penerima mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi selama Ramadan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat,” tutur Lintarti.
Menurutnya, penyaluran modal usaha di bulan Ramadan merupakan momentum strategis. Meningkatnya aktivitas masyarakat dalam mencari takjil, kue, dan makanan berbuka menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan.
Para penerima bantuan diimbau mengelola modal secara bijak, seperti memperkuat usaha yang sudah berjalan, menambah peralatan kerja, meningkatkan stok dagangan, atau mengembangkan produk baru. Dengan pengelolaan yang tepat, usaha kecil berpotensi tumbuh lebih besar dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
Melalui program ini, Baznas Provinsi Jawa Tengah berharap lahir lebih banyak pelaku usaha mandiri yang tidak hanya bangkit dari kemiskinan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi sosial dengan berbagi kepada sesama. (Prasetiyo)