
Mahasiswa baru UMP tahun akademik 2026/2027. Mereka berasal dari berbagai latar belakang.
PURWOKERTO, EDUKATOR– Berasal dari pulau dan agama berbeda tidak menghalangi mahasiswa baru memilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai tempat menimba ilmu. Tahun akademik 2026/2027 ini, UMP menerima 4.017 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Mereka dilantik sebagai mahasiswa baru di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Selasa (1/9/2026).Saat ini, total mahasiswa UMP 21.000.
Mahasiswa baru tersebut tersebar pada jenjang D3, D4, S1, S2, hingga S3, dengan berbagai pilihan program studi yang berada di 11 fakultas. Keberagaman asal daerah dan latar belakang tersebut turut memperkaya kehidupan akademik di lingkungan UMP.
Keberagaman itu menghadirkan cerita tentang pengalaman merantau, mengejar program studi impian, sekaligus menemukan lingkungan kampus yang nyaman dan toleran. Bagi mereka, UMP bukan sekadar tempat memperoleh pendidikan, tetapi juga ruang untuk belajar hidup bersama dalam perbedaan.
Merantau Mengejar Program Studi Impian
Salah satunya dialami Aurell Chintya Purba, mahasiswa asal Pekanbaru, Riau. Ia memilih Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan UMP setelah mendapat rekomendasi dari saudaranya. Program tersebut juga menjadi salah satu alasan kuat karena memiliki akreditasi unggul dan relatif jarang tersedia di perguruan tinggi lain.
Saat pertama kali tiba di UMP, Aurell mengaku terkesan dengan fasilitas dan bangunan kampus. Namun, pengalaman yang paling membekas justru interaksi dengan lingkungan kampus.
Sebagai mahasiswa beragama Kristen, ia merasakan keterbukaan dan keramahan dari lingkungan sekitar. Ia merasa diterima, didampingi, serta diajak berinteraksi tanpa memandang perbedaan keyakinan.
“Toleransi di kampus UMP sangat tinggi meski berbeda keyakinan,” ujarnya.
Menurut Aurell, keberagaman harus menjadi ruang untuk saling menghargai dan menjaga toleransi.
“Toleransi menjadi hal utama karena kita berbeda-beda,” katanya.
Dari Kalimantan Timur Menuju Purwokerto
Cerita serupa datang dari Andi Niswah Azilah, mahasiswa asal Kalimantan Timur yang memilih D4 Keperawatan Anestesiologi UMP. Ia mengaku Purwokerto menjadi pengalaman pertamanya menempuh pendidikan di Pulau Jawa.
Pilihan tersebut didorong oleh keberadaan program studi anestesiologi yang belum tersedia di daerah asalnya. Karena itu, UMP menjadi pilihan untuk mengejar bidang pendidikan yang diminatinya.
“Saya memilih UMP karena tersedia program studi anestesiologi,” ungkapnya.
Kesan positif juga dirasakan Andi setelah mengikuti berbagai kegiatan kampus. Ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa internasional.
Ia berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjalani perkuliahan dengan semangat, aktif mengikuti organisasi, dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Semoga kita lulus tepat waktu dan membahagiakan orang tua,” harapnya.
Berbeda Keyakinan, Tetap Nyaman
Pengalaman lain disampaikan Olivia Rambu Leki, mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang juga menempuh pendidikan di UMP. Sebagai mahasiswa non-Muslim, ia sempat merasa khawatir ketika akan belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah.
Namun, kekhawatiran tersebut perlahan hilang setelah mengikuti kegiatan pengenalan kampus dan berinteraksi dengan mahasiswa maupun civitas akademika UMP.
“Saya merasakan kebersamaan dan toleransi yang sangat baik,” jelasnya.
Bagi Olivia, lingkungan kampus menjadi ruang berharga untuk belajar memahami perbedaan, menghormati keyakinan orang lain, serta membangun persahabatan. Ia berharap UMP terus menjadi kampus yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh mahasiswa.
Lingkungan Kampus Perkuat Pilihan
Sementara itu, Anjelina Halawa, atau akrab disapa Angel, mahasiswa asal Sumatra Utara, memilih UMP karena reputasi dan kualitas akademiknya. Akreditasi unggul menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan perguruan tinggi.
Setelah menjalani aktivitas di kampus, Angel semakin merasakan lingkungan UMP yang mendukung proses belajar. Ia menilai interaksi antarmahasiswa juga berlangsung dengan baik meskipun berasal dari latar belakang berbeda.
“Lingkungan UMP nyaman, suportif, dan memiliki toleransi tinggi,” ujarnya.
Ia berharap UMP terus mempertahankan prestasi dan kualitas pendidikan sehingga mampu melahirkan lulusan yang berkarakter, berintegritas, serta mampu bersaing secara global.
Toleransi Jadi Pengalaman Berharga
Keberagaman mahasiswa baru UMP tahun akademik 2026/2027 menunjukkan bahwa kehidupan kampus tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik. Mahasiswa dari berbagai daerah, budaya, dan keyakinan bertemu dalam satu lingkungan untuk belajar dan berkembang bersama.
Pilihan terhadap UMP tidak hanya dipengaruhi program studi, tetapi juga reputasi, akreditasi, fasilitas, serta lingkungan kampus yang nyaman dan terbuka. Kondisi tersebut menjadikan keberagaman sebagai bagian penting dari pengalaman pendidikan mahasiswa.
Toleransi pun menjadi nilai yang tumbuh melalui perjumpaan sehari-hari. Mahasiswa belajar memahami perbedaan, menghargai pilihan orang lain, dan membangun relasi tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang.
UMP Jadi Rumah Belajar Bersama
Dengan menerima 4.017 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027, UMP kembali menjadi ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai wilayah. Mereka hadir dengan latar belakang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
Keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan tersebut memperkuat UMP sebagai ruang belajar yang beragam. Di tengah perbedaan itu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman tentang toleransi, persahabatan, kebersamaan, dan kehidupan dalam keberagaman.
Perbedaan akhirnya bukan menjadi jarak, melainkan kekuatan untuk tumbuh bersama di lingkungan kampus.(Prasetiyo)