*Penggunaan QRIS Meningkat, Dorong Ekonomi Lokal

Kepala Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Purwokerto, Christoveny (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan.
PURWOKERTO, EDUKATOR— Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp 3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyumas Raya menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Purwokerto, Christoveny dalam Media Briefing Triwulan I 2026 yang digelar Selasa (3/3/2026) di Warung Makan Klangenan, Kedungbanteng, Banyumas.
Christoveny, menegaskan, ketersediaan uang rupiah menjadi prioritas pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kami memastikan kebutuhan uang masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terpenuhi. Tahun ini kami menyiapkan Rp 3,5 triliun, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Christoveny.
Selain layanan kas, BI Purwokerto memaparkan perkembangan ekonomi terkini, kondisi inflasi, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, hingga penguatan UMKM dan ekonomi syariah di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Penggunaan QRIS Meningkat, Dorong Ekonomi Lokal
Selanjutnya Christoveny menjelaskan, khusus di sektor digitalisasi, penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Banyumas Raya menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mencerminkan adopsi sistem pembayaran digital yang semakin luas di tengah masyarakat.
Hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS tercatat 626.687 dengan nominal transaksi mencapai Rp1,58 triliun dan volume 38,78 juta transaksi.
Christoveny menegaskan, implementasi QRIS tidak hanya mempermudah transaksi nontunai, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“QRIS menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah sekaligus mendukung inklusi keuangan,” ujarnya.
Selama Ramadan 2026, BI menggulirkan berbagai program seperti QRIS Takjil, QRIS & PeKA Goes to Pesantren, QRIS Ramadan Festive Bazaar, hingga Tebus Murah Komoditas Pangan Pakai QRIS.
UMKM dan Ekonomi Syariah Diperkuat
Dalam pengembangan UMKM, lanjut Christoveny, sepanjang 2019–2025 sebanyak 60 UMKM di Banyumas Raya berhasil go digital. Lebih dari 25 UMKM memperoleh pembiayaan dengan total di atas Rp 3 miliar, dan 15 UMKM berhasil menembus pasar ekspor.
Pada 2026, BI meluncurkan Program Kurasi UMKM (SATRIA UMKM) yang menjaring 100 UMKM unggulan untuk mengikuti pembekalan daring mulai April 2026.
Di sektor ekonomi syariah, fasilitasi sertifikasi halal mencapai 3.976 pelaku usaha dan 8 rumah potong hewan pada 2025, serta terbentuk tiga Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS) di Sokaraja, UMP, dan Unsoed.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, agar stabilitas tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas,” ujar Christoveny.(Budi Yuswinanto/Prs)