
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny memberikan keterangan kepada wartawan.
PURWOKERTO, EDUKATOR–Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp 3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di wilayah Banyumas Raya.
Tak hanya meningkatkan nominal layanan, tahun ini BI memperluas jangkauan sampai wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Kampung Laut, Cilacap, melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, menegaskan alokasi dana tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya. Total dana yang disiapkan Rp 3,5 triliun untuk wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
“Bahkan kami menjangkau daerah 3T seperti Kampung Laut agar layanan penukaran uang benar-benar merata,” ujarnya dalam kegiatan Bank Indonesia Bersama Media (BBM), Selasa (3/3/2026).
Hingga pertengahan Ramadan, realisasi penukaran uang baru telah mencapai Rp 1,6 triliun. Pecahan kecil mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 50.000 menjadi yang paling diminati masyarakat untuk kebutuhan Lebaran.
Layanan Terpadu dan Ekspedisi Rupiah 3T
Kick Off SERAMBI 2026 telah digelar pada 13 Februari 2026 dan melibatkan 24 perbankan. BI menghadirkan tiga skema layanan, yakni penukaran di tujuh titik tempat ibadah dan lokasi strategis, 50 titik loket bank umum di Banyumas Raya, serta layanan terpadu di GOR Satria Purwokerto.
Selain itu, BI juga menggelar “Ekspedisi Rupiah 3T Susur Sungai Segara Anakan Cilacap” pada 23 Februari 2026 dengan rute Dermaga Prenca–Kutawaru–Ujungalang. Layanan kas keliling menggunakan transportasi air tersebut menjangkau wilayah pesisir yang memiliki mobilitas ekonomi tinggi namun akses perbankan terbatas.
“Kami ingin memastikan ketersediaan uang layak edar tetap terjaga, sekaligus menghadirkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat,” kata Christoveny.
Inflasi Ramadan Terkendali
Di sisi lain, BI mencatat inflasi Februari 2026 di Purwokerto sebesar 0,78 persen (mtm) dan 4,14 persen (yoy), sedangkan Cilacap sebesar 0,80 persen (mtm) dan 4,22 persen (yoy). Kenaikan terutama dipicu peningkatan permintaan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, termasuk lonjakan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.
Menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Rangkaian gerakan pangan murah digelar di 18 titik di Cilacap, termasuk panen cabai bersama dengan produksi mencapai 16,8 ton.
QRIS dan UMKM Kian Tumbuh
Tak hanya layanan penukaran uang, BI juga mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS. Hingga Januari 2026, volume transaksi QRIS di Banyumas Raya tercatat 38,78 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp1,58 triliun. Jumlah merchant QRIS terus meningkat, menandakan adopsi sistem pembayaran digital semakin luas.
Pada Ramadan 2026, BI menghadirkan program QRIS Takjil, QRIS Ramadan Festive Bazaar, hingga Tebus Murah Komoditas Pangan Pakai QRIS untuk memperluas literasi transaksi nontunai yang aman.
Di sektor UMKM, sepanjang 2019–2025 sebanyak 60 UMKM di Banyumas Raya berhasil go digital, lebih dari 25 UMKM memperoleh pembiayaan dengan total di atas Rp3 miliar, serta 15 UMKM menembus pasar ekspor. Tahun ini, program kurasi SATRIA UMKM menjaring 100 UMKM unggulan yang akan mengikuti pembekalan mulai April 2026.
Dengan berbagai langkah tersebut, BI Purwokerto memastikan ketersediaan uang layak edar tetap aman, inflasi terkendali, serta transformasi digital dan penguatan UMKM terus berlanjut selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.(Budi Yuswinanto/Prs)